/
Jum'at, 28 Juli 2023 | 23:37 WIB
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ((Instagram/@basukibtp))

Ada narasi menyatakan bahwa Basuki Tjahaja Purnama akan menjadi pendamping capres dalam Pilpres 2024.

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok telah mendapatkan tiket untuk menjadi cawapres pada Pilpres 2024. Kabar ini beredar dari channel YouTube PINTER POLITIK.  Berjudul "VIRAL ~ dapat tiket jadi cawapres 2024, sumpah dan janji ahok bikin merinding, anies siap siap". Sedangkan foto thumbnail adalah wajah Ahok, dengan tulisan "AKHIRNYA DAPAT TIKET CAWAPRES 2024 SUMPAH AHOK BIKIN MERINDING,ANIES SIAP SIAP TUMBANG".

Benarkah berita yang menyatakan bahwa Ahok akan ikut serta dalam kontestasi Pemilu 2024 sebagai calon wakil presiden atau cawapres?

CEK FAKTA

Dikutip dari Turnbackhoax.id, video yang diunggah pada 19 Juli itu ditelusuri dan hasilnya:

* Thumbnail yang menampilkan Ahok memegang dokumen disertai Megawati itu identik dengan gambar unggahan di artikel beritajakarta.id berjudul "Ahok Terima Nama Djarot Sebagai Cawagub dari PDI-P" yang diunggah pada 3 Desember 2014.

Dalam foto aslinya tidak menampilkan sosok Megawati, sehingga dapat dipastikan thumbnail adalah hasil manipulasi dari foto saat Ahok masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta sedang menerima nama Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta yang diajukan PDI yaitu Djarot Syaiful Hidayat.

* Video saat ditonton secara utuh, hasilnya tidak ditemukan pemberitaan mengenai klaim narasi yang beredar.

Video hanya menampilkan cuplikan kegiatan dari Ahok dan Anies Baswedan yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan klaim narasi.

Narator dalam video hanya menyampaikan artikel dari wartaekonomi.co.id berjudul "Lewat PDIP Ahok Bakal Nyapres di 2024 Lawan Anies Baswedan, Pilgub DKI 2017 Terulang?" terbitan 26 Desember 2021.

KESIMPULAN

Video Ahok telah mendapatkan tiket untuk menjadi cawapres pada Pilpres 2024 adalah keliru dan termasuk konten yang dimanipulasi.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Metro Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).

Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Metro Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More