"Tidak tahu itu apa, cuma berpikir habis urinated, it's very gross".--MA, penyintas penderaan seksual ayah tiri.
Memilih untuk speak up atas penderaan atau pelecehan seksual yang dilakukan ayah tirinya, Steve Wantania, MA mendapatkan sambutan pro dan kontra.
Demikian yang diungkapnya kepada dr Richard Lee, MARS, PhD, dalam talkshow Nginfus Bareng, di mana Pak Dokter menjadi host. Percakapan dilakukan dalam bahasa Inggris serta Indonesia, yang mana saja, dengan tujuan speak up lebih mulus dan membuat narasumber tenteram.
Karena bagaimana pun, bahasa adalah sarana komunikasi, bukan gaya-gayaan. Pesan semakin mudah disampaikan ketika para komunikan menemukan frekuensi sama.
"Saya tidak terlalu banyak membaca komentar, karena bukan mencari sensasi, dan apa pula untungnya bagi saya," ungkap MA, putri Pinkan Mambo dari pernikahan dengan Sandy Sanjaya.
Bagi yang mengetahui sosok MA kini tumbuh menjadi remaja menjelang dewasa, karena genap berusia 17 tahun mulai April 2023, diharapkan dengan penuturan itu persepsi bisa disamakan. Bahwa ia mengalami penderaan seksual di usia 12 tahun, saat belum menstruasi, masih dalam koridor anak-anak.
Mulanya, saat Steve Wantania, bapak tirinya, ayah dari tiga adiknya--dua di antaranya perempuan--dari pernikahan dengan Pinkan Mambo tinggal bersama, awalnya baik-baik saja.
Mulai timbul keanehan, saat bapaknya itu melakukan tindakan menyentuh bagian dada.
"Tetapi dada masih flat, aku tahu perbuatan itu salah karena dilakukan seseorang yang menjadi ayah. Namun itu yang kesekian. Pertama kali agak lupa karena banyak kejadian," papar MA kepada dr Richard Lee.
Dan saat ditanya, apakah yang paling parah, MA memejamkan mata.
"Aku nggak sanggup menceritakan, masih hurts," tukasnya dengan terluka.
Lantas MA bercerita, dengan terbata-bata. Masih di usia sekira 12 tahun, saat bapak tirinya memanggilnya ke kamar.
"Ia membuka celana dan perlihatkan alat kelaminnya. Terus eh, terus (MA menyusut air mata dengan tisu), I am sorry (karena menangis). Meminta saya untuk mencoba," jelasnya, yang membuat dr Richard Lee memejamkan mata, serta menutup kedua kelopak mata dengan jari-jemari.
Akan tetapi mengingat usianya saat itu, MA belum mengerti maksud dan tujuan berbau seksualitas. Ia hanya berpikir, alat kelamin digunakan untuk buang air kecil.
"Tidak tahu itu apa, cuma berpikir habis urinated, it's very gross," atau MA tidak mengerti tujuan permintaan itu untuk apa, ia hanya berpikir alat kelamin digunakan pipis sehingga pasti sangat kotor dan jorok.
"Jadi aku tolak. And I say no. Itu pertama kali aku bisa tolak. He's only smile and laugh," MA menambahkan, itulah pertama kali ia mampu mengatakan tidak kepada si bapak tiri. Dan yang bikin sedih tanggapan lelaki itu hanya senyum dan tertawa.
Tentu saja MA melaporkan kejadian itu kepada si ibu, Pinkan Mambo.
"Pertama bilang Mami saat usia 12 tahun menuju ke-13 karena saat itu sudah tidak sanggup keeping for myself. Masuk kamar langsung nangis di depan Mami. Reaksinya: masa sih, masa dia ngelakuin itu. Mungkin masih mau validasi. Saya curhat, mengapa bohong, apa benefitnya?" ucap MA setengah bertanya.
Berita Terkait
-
Menyatakan Diri Sendiri sebagai Ibu Terbaik di Dunia, Deddy Corbuzier dan Feni Rose Sukses Dibuat Terperangah oleh Pinkan Mambo
-
Berjarak 2 Tahun Beda Usia MA dan Abangnya, Pinkan Mambo Bandingkan Perhatian untuk Anak Pascapenderaan Seksual
-
Berjarak 1.000 Kilometer Lebih karena Beda Pulau, Pinkan Mambo Sampaikan Imbauan Terbuka Buat Sandy Sanjaya
-
Berjarak 1.000 Kilometer Lebih Diselamatkan Sandy Sanjaya Pergi dari Rumah, Anak Pinkan Mambo Bilang: He is My Hero
-
"Papa di Mana?" Mirip Adegan Film Thriller MA Lompat Jendela Kamar, Beringsut Meninggalkan Rumah Bapak Tiri Pelaku Kekerasan Seksual
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Epson Asia Tenggara Membuka Pendaftaran untuk The 17th Epson International Pano Awards 2026
-
Telat 1 Hari Bayar Pajak Motor, Apakah Kena Denda? Begini Penjelasannya
-
MotoGP Terapkan Aturan Baru Pit Lane di GP Prancis, Pengawasan Makin Ketat
-
Petualangan Penuh Makna ke Museum Blambangan dan Pantai Pulau Santen
-
Marc Marquez Ambil Jalan Berbeda di Le Mans, Ducati Terbelah Opsi Aero GP26
-
Ulasan Novel Cantik itu Luka: Ketika Kecantikan Justru Menghadirkan Luka
-
Wanginya Bikin Nagih! 5 Parfum Daily Wear Remaja Perempuan yang Affordable
-
Profil Timnas Jepang: Samurai Biru Siap Bikin Geger di Piala Dunia 2026
-
Sempat Viral Letuskan Senpi, Salah Satu Pelaku Curanmor di Bandar Lampung Diringkus Polisi
-
Zulkifli Hasan Target PAN Banten Tiga Besar di Tanah Jawara