Pelatih Tim Nasional U-17 Bima Sakti mengatakan pihaknya mencari beberapa kriteria pada para pemain yang akan dipilih untuk berlaga di Piala Dunia U-17. Kriteria-kriteria itu ditentukan setelah berdiskusi dengan Frank Wormuth, konsultan asal Jerman yang disewa oleh PSSI.
"Kami sudah komunikasi dengan coach Frank. Yang paling pertama kami melihat mental mereka dulu. Mental mereka bagaimana mereka berkomunikasi, bagaimana mereka bereaksi, kemudian attitude mereka di lapangan, bagaimana saat bertahan maupun menyerang. Kemudian kita melihat teknik mereka, melihat kecepatan mereka," beber Bima Sakti di Jakarta, Selasa.
Meski demikian, ia mengaku cukup puas dengan penampilan yang diperlihatkan para pemain timnas U-17 hasil seleksi di 12 kota.
"Ya mereka punya kualitas. Ada beberapa pemain yang bisa kita kasih kesempatan nanti. Tapi memang semuanya memang kita butuh kompetisi. Kalau untuk turnamen Piala Dunia ini yang sudah mepet di bulan November, memang kita butuh pemain yang siap, memiliki pengalaman, lalu mentalnya juga bagus, komunikasinya bagus," kata Bima di lapangan latihan A Komplek Gelora Bung Karno.
Setelah memimpin latihan bersama yang diikuti sebanyak 50 orang pemain timnas U-17 hasil seleksi tersebut, Bima mendapati bahwa sebagian besar para pemain hasil seleksi tersebut masih belum memiliki kekuatan fisik dan stamina yang dibutuhkan untuk menjalani pertandingan.
Oleh karena itu, ia masih akan melakukan sejumlah evaluasi terhadap mereka.
Untuk saat ini, Bima menyatakan bahwa pihaknya masih mencari sosok pemain yang mengisi posisi penyerang utama, sayap kanan, dan pemain sayap kiri.
PSSI sangat serius mempersiapkan timnas untuk berkompetisi di Piala Dunia U-17 November mendatang. Untuk mendukung hal tersebut, maka timnas U-17 asuhan Bima akan menjalani sejumlah pertandingan uji coba, termasuk melawan Korea Selatan pada 30 Agustus.
"Nah ini (Korea Selatan) lawan yang bagus buat kita. Kita bisa mengukur lagi latihan selama ini ada hasilnya apa tidak? Dan semoga saja pemain bisa memberikan yang terbaik," ujar Bima.
Baca Juga: Timnas U-17 Dapat Pelatih Baru, Bima Sakti Mundur atau Dipecat?
Setelah melakoni laga uji coba melawan Korea Selatan, timnas U-17 akan berangkat ke Jerman untuk menjalani pemusatan latihan di sana. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati