/
Senin, 21 Agustus 2023 | 11:22 WIB
Kiper Persib Bandung Teja Paku Alam. ([ANTARA/HO-Persib.co.id])

Penjaga gawang Persib Bandung, Teja Paku Alam dikabarkan dilepas oleh Persib jelang pertandingan melawan PSIS Semarang. Namun, berita tersebut merupakan disinformasi atau kabar palsu.

Setelah dilakukan pengecekan fakta, klaim yang menyebut bahwa Teja Paku Alam dilepas oleh Persib Bandung merupakan informasi salah.

Kabar itu sendiri disebarkan oleh kanal YouTube BOYA 18 yang mengunggah video berdurasi 3 menit 48 detik dengan judul "MENGEJUTKAN Teja Paku Alam Dilepas? Resmi Persib Keluar Dari Zona Degradasi, Kejutan Pemain Pelapis".

Hingga artikel ini ditulis, video tersebut telah disaksikan sebanyak lebih dari 16.000 penayangan. Lantas, bagaimana penjelasannya?

Benarkah Teja Paku Alam dilepas Persib Bandung. (sumber: [YouTube/BOYA 18])

PENJELASAN:

Seperti yang diketahui, Teja Paku Alam menjadi salah satu pemain yang tak diboyong oleh Bojan Hodak ke Stadion Jatidiri untuk menghadapi PSIS Semarang pada Minggu (20/8/2023).

Bojan Hodak memang tak membawa sejumlah pemain inti Persib Bandung, seperti Teja Paku Alam, Rachmat Irianto, dan Dedi Kusnandar.

Menurut dokter tim Persib, Rafi Ghani, para pemain yang tak dibawa Bojan Hodak itu memang tak bisa bertanding karena masalah cedera.

Oleh karena itu, Teja Paku Alam tidak dilepas oleh Persib Bandung, sebagaimana yang diklaim pada judul unggahan, melainkan mengalami cedera. 

Baca Juga: David da Silva Out dari Persib, Langsung Diganti Striker Kolombia Paling Mematikan, Benarkah?

Narator dalam video tersebut juga tidak memberikan penjelasan dari sumber resmi terkait klaim Teja Paku Alam yang dilepas oleh Persib Bandung. Pengunggah video tersebut hanya membahas pertandingan Persib Bandung melawan PSIS Semarang.

Dapat disimpulkan bahwa kabar Teja Paku Alam dilepas Persib Bandung merupakan berita bohong.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini.

Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More