/
Selasa, 05 September 2023 | 13:21 WIB
Kolase foto Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. (Instagram)

Anies Baswedan mengakui bila dirinya memang tidak melibatkan PKS dan NasDem untuk memutuskan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menjadi cawapres.

Anies Baswedan menjelaskan, strategi politik yang ia jalankan merupakan upaya untuk mendulang suara di Jawa Timur.

Namun sebelum memutuskan, Anies dan Ketum NasDem melakukan pembicaraan dengan sejumlah opsi.

"Saat itu gambarannya, kita berunding dulu dengan PKS dan Demokrat, setelah itu mengajak PKB, dengan Risiko PKB mungkin sudah diajak oleh (partai) yang lain dulu. Atau bangun kesepakatan sekarang (dengan PKB), lalu menjelaskan kepada PKS dan Demokrat, risikonya mereka merasa dilewati dan tidak diajak bicara," kata Anies dikutip dari kanal YouTube Najwa Shihab, Selasa (5/9/2023).

Anies melanjutkan bahwa apa yang dilakukannya itu adalah ijtihad. Selanjutnya Surya Paloh memilih opsi untuk membangun kesekapatan dulu dengan PKB setelah itu berbicara dengan dua partai koalisinya.

"Saya katakan, 'Pak Surya Paloh ini ada dua partai yang sudah dalam percakapan selama beberapa bulan'. Itu saya harus katakan, inilah opsi baru yang memang tidak ada di percakapan kita," beber Anies.

Namun, apa yang sudah dirundingkan rupanya gagal. Demokrat memang merasa dikhianati dan memutuskan untuk menarik dukungan.

Seperti diketahui, Anies Baswedan mengejutkan publik dengan memilih Muhaimin Iskandar sebagai cawapres dalam Pemilu 2024.

Sebelumnya, rumor antara Anies Baswedan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang akan berpasangan sudah tersiar ke publik sebagai calon yang diusung oleh Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).

Baca Juga: Tampil Seksi Bareng Suami, Intip 6 Foto Jessica Iskandar dan Vincent Verhaag Pamer Body Goals di Labuan Bajo

Load More