/
Senin, 11 September 2023 | 12:00 WIB
Saddil Ramdani. ((Instagram/@saddilramdanii))

Pesepak bola Indonesia, Saddil Ramdani dikabarkan melakukan transaksi gelap sebesar Rp 300 miliar demi membela Timnas Malaysia. Namun, informasi tersebut merupakan disinformasi atau berita palsu.

Pasalnya setelah dilakukan cek fakta dan penelusuran, tidak ditemukan bukti valid yang menyebutkan bahwa Saddil Ramdani melakukan transaksi gelap tersebut. 

Informasi palsu itu disebarkan oleh kanal YouTube SPORT NEWS yang mengunggah video berjudul "NASIB TRAGIS SADIL RAMDANI!! DEMI BELA TIMNAS MALAYSIA SADIL RAMDANI NEKAD LAKUKAN HAL BUSYUK INI..."

Pada thumbnail disebutkan bahwa sebesar Rp 300 miliar masuk ke rekening Saddil Ramdani dan dibongkar oleh PSSI. 

Tetapi, seperti yang diketahui bahwa klaim tersebut adalah salah. Lalu bagaimana penjelasannya?

Benarkah Saddil lakukan transaksi gelap. (sumber: [YouTube/SPORT NEWS])

PEMERIKSAAN FAKTA:

Narator tidak memberikan penjelasan kredibel yang sesuai dengan klaim di atas, melainkan hanya menampilkan cuplikan wawancara Erick Thohir yang digiring seolah-olah tengah mengomentari permasalahan Saddil Ramdani. 

Tim cek fakta menemukan bahwa faktanya, Erick Thohir tidak mengomentari masalah Saddil Ramdani, melainkan persoalan FIFA yang kemungkinan akan menurunkan opsi pencoretan stadion dijadikan arena Piala Dunia U-20.

Narator dalam video malah membacakan berita berjudul "Erick Thohir Terkejut, FIFA Berpotensi Coret Stadion Piala Dunia U-20" yang tayang di CNN Indonesia. 

Baca Juga: Link Nonton Susuk: Kutukan Kecantikan, Bisa Ditonton Gratis di LK21 dan Rebahin?

Dengan kata lain, isi video berbeda dan tidak selaras. Disimpulkan bahwa ketidaksesuaian video tersebut membuktikan bahwa kabar Saddil Ramdani melakukan transaksi gelap sebesar Rp 300 miliar demi bela Timnas Malaysia adalah berita bohong.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini.

Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More