Tak bisa dipungkiri ada sejumlah masalah yang ujung-ujungnya dibawa ke ranah politik oleh sejumlah pihak. Salah satu yang sangat ramai dibicarakan adalah soal buruknya kualitas udara di DKI Jakarta.
Bahkan pada Sabtu (16/9/2023) pagi ini Ibu Kota menjadi kota besar paling berpolusi di dunia berdasarkan IQAir pukul 06.00 WIB, yakni berada di angka 164.
Perkara polusi udara yang sangat buruk ini pun sedikit disinggung oleh Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, dalam podcast-nya bersama Rhenald Kasali.
Meski tidak menyebutkan secara gamblang, Hasto seolah tengah menyalahkan pemimpin daerah yang sebelumnya menjabat lantaran alpa mengurusi permasalahan lingkungan sekrusial ini.
Awalnya Hasto membahas PDIP sebagai partai nasionalis yang tidak membeda-bedakan kadernya, terlepas dari suku, agama, maupun ras.
"Kita membangun jati diri atas dasar watak ideologi partai, nggak pernah membeda-bedakan suku, agama, status sosial, jenis kelamin, itu kita paling kokoh," ungkap Hasto, dikutip pada Sabtu (16/9/2023).
Hasto lalu mencontohkan bagaimana PDIP bertaruh besar dengan mencalonkan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta 2017.
"Meskipun membawa konsekuensi nggak menang," ujar Hasto, yang kemudian menyinggung sedikit soal masalah polusi udara hingga ketidakmampuan pemimpin daerah selanjutnya dalam mengatasi masalah tersebut.
"Tapi kan akhirnya selama lima tahun politik kebeneran, itu kan orang berandai-andai, 'Aduh seandainya DKI dipimpin Pak Ahok, itu sudah bebas dari polusi udara saat ini'," kata Hasto.
Baca Juga: Diungkap Anies Baswedan, Demokrat Dihempas Akibat Terus Paksakan AHY Jadi Cawapres?
"Seandainya dipimpin Pak Ahok hanya dalam waktu singkat aja mampu membangun ring di Bundaran Semanggi, maka orang membayangkan, 'Ke mana pasukan oren, pasukan biru, pasukan hijau yang sebelumnya membantu rakyat?' Sekarang tidak kelihatan lagi," sambungnya.
Hasto memang tidak menyebutkan nama, tetapi diketahui Ahok kalah di Pilgub DKI Jakarta 2017 oleh Anies Baswedan. Lalu Anies menjabat selama 5 tahun hingga 2022 dan kini digantikan oleh Heru Budi Hartono.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Daftar Atribut Pramuka SD Lengkap untuk 14 Agustus 2026, Apa Saja yang Wajib Dipakai?
-
5 Langkah Membersihkan Mesin Cuci agar Baju Bebas Apek, Tanpa Perlu Dibongkar
-
BNI Tingkatkan Kualitas Tata Kelola SDM dengan LSP dan Standar Sertifikasi ISO
-
3 Rekomendasi HP Samsung RAM 8 GB Murah Harga Mulai Rp2 Jutaan, Pilihan Menarik untuk Dipinang
-
Reward Pemda Berprestasi, Mendagri Tekankan Pentingnya Keseimbangan dengan Pembinaan Daerah
-
Pengumuman Baru MSCI Bikin Rupiah Terus Tertekan
-
Perintah Balik ke Jakarta dan Munculnya Dua Sosok Tak Dikenal Sebelum Kematian Sutrimo
-
Mendagri Ajak Kementerian dan Lembaga Beri Apresiasi bagi Pemda Berprestasi
-
Marc Klok Sebut Laga Lawan Sabah FC dan Bali United Penting untuk Persib
-
Desil Berapa yang Nggak Boleh Beli Pertalite? Begini Cara Ceknya!