/
Rabu, 20 September 2023 | 20:01 WIB
Anies Baswedan (YouTube/Najwa Shihab)

Ketiga Bacapres 2024 hadir memaparkan gagasan mereka di program Mata Najwa di Universitas Gadjah Mada pada Selasa (19/9/2023).

Anies Baswedan sendiri menuai banyak pujian karena menjadi satu-satunya bacapres yang tampil memaparkan gagasan tanpa memerlukan slide presentasi.

Bukan hanya itu, Anies juga sangat disorot karena berkali-kali mengulang satu isu dalam paparan gagasannya, yakni soal keadilan.

Salah satu yang menyorotinya adalah peneliti politik Muhammad Qodari di kanal YouTube tvOneNews. "Memang ada ngomong juga soal kebutuhan-kebutuhan dasar, pendidikan, kesehatan, tapi yang saya lihat jadi tagline utamanya adalah soal keadilan," ujar Qodari, dikutip pada Rabu (20/9/2023).

Menurut Qodari, pada dasarnya gagasan dari ketiga bacapres kemarin belum terlalu mencakup semua isu keberlanjutan yang kerap diungkit oleh Presiden Joko Widodo.

Namun ada satu catatan pentingnya mengenai paparan Anies di UGM. "Khusus untuk Mas Anies saya punya satu catatan ya, hati-hati dengan kata keadilan," tegas Qodari.

"Karena itu sebetulnya pada tataran implementasi akan menemukan problem. Itu indah secara retorika, tetapi pada tataran operasional nanti akan kesulitan," sambungnya.

Bukan hanya itu, Qodari juga menilai kata keadilan tersebut berkaitan sangat erat dengan sosialisme dan komunisme .

"Maaf ini kalau akan jadi pro kontra. Kata keadilan itu sering kali dekat dengan sosialisme, bahkan komunisme. Negara-negara yang menerapkan prinsip-prinsip sosialisme dan komunisme adalah justru negara-negara yang paling kesulitan secara ekonomi," jelasnya.

Baca Juga: Tak Sempat Izin, Cak Imin Akhirnya Ungkap Reaksi Jokowi Usai 'Dipinang' Anies Baswedan

"Karena dunia ini berputar dengan prinsip-prinsip ingin mencari keuntungan, mekanisme pasar. Jadi begitu mekanisme pasar itu diimplementasikan atau diintervensi dengan apa yang dianggap sebagai keadilan, itu pasarnya nggak akan jalan," lanjut Qodari.

Sementara itu Qodari juga mengamati paparan gagasan Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto. Adalah Prabowo sendiri yang memaparkan paling banyak gagasan, yakni mencapai 17 poin.

"Hemat saya ya, visi misi yang pas itu jangan satu kata, jangan juga terlalu banyak kata. Kalau terlalu banyak nggak tercapai, kalau terlalu kecil barang ini nggak jelas," pungkasnya.

Load More