- Habiburokhman mengkritik Dino Patti Djalal yang menyarankan Presiden Prabowo mengurangi kunjungan luar negeri demi efisiensi anggaran negara.
- Habiburokhman di Jakarta menegaskan mantan pejabat seharusnya menjaga etika dan memberikan ruang bagi pemerintah menjalankan tugasnya.
- Dino Patti Djalal menilai frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo tidak lazim dan berpotensi membebani anggaran negara besar.
Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman melontarkan kritik keras kepada mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal yang menyarankan Presiden Prabowo Subianto mengurangi kunjungan luar negeri demi menghemat anggaran negara.
Menurut Habiburokhman, Dino semestinya memahami etika sebagai mantan pejabat negara dengan memberikan ruang kepada pejabat yang sedang menjalankan tugas pemerintahan.
"Beliau itu kan walaupun cuma 3 bulan jadi Wamenlu, tetap kan mantan pejabat Kemenlu. Menurut saya, ada etika di kalangan orang yang pernah menjabat memberikan kesempatan kepada orang yang saat ini menjabat untuk bekerja," ujar Habiburokhman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Ketua Komisi III DPR RI tersebut juga menilai tradisi semacam itu lazim diterapkan di negara-negara maju. Habiburokhman mencontohkan mantan Presiden Amerika Serikat George W. Bush yang tidak menyerang secara terbuka kebijakan penggantinya, Barack Obama.
Menurutnya, sikap serupa juga ditunjukkan para pendahulunya di Komisi III DPR RI, seperti Bambang Wuryanto, Herman Herry, hingga Benny K. Harman.
"Setahu saya mereka nggak pernah menyerang saya secara terbuka seperti yang dilakukan oleh Dino. Karena memang mereka menghormati saat ini yang menjabat Habiburokhman. Beri kesempatan sesuai masa jabatannya untuk melakukan yang terbaik," tegasnya.
Tak berhenti di situ, Habiburokhman turut mempertanyakan posisi Dino yang dinilainya terlalu jauh mengomentari kebijakan luar negeri pemerintahan saat ini.
Ia bahkan menyindir masa jabatan Dino yang relatif singkat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri.
"Jangan memancing publik untuk membanding-bandingkan. Nanti dulu ditanya, zamannya Pak Dino sehebat apa sih? Kok sekarang menjadi orang yang sok paling Kemlu sendiri sedunia gitu loh," imbuhnya.
Baca Juga: Respons PDIP Soal Keakraban Prabowo dan Megawati: Biasa Saja, Sudah Bersahabat Lama
Habiburokhman menegaskan kritik terhadap pemerintah merupakan hal yang sah dalam demokrasi. Namun ia mengingatkan agar kritik disampaikan secara proporsional dan bukan serangan politik personal.
Ia khawatir narasi yang dibangun Dino justru dapat dipersepsikan sebagai upaya mendiskreditkan Presiden Prabowo, bukan sekadar memberikan masukan.
"Saya khawatir akan ada yang mendefinisikan itu lebih sebagai serangan politik membabi buta dan olok-olok politik. Ya silakan saja nanti dia jawab seperti apa sebenarnya," ungkapnya.
Sebelumnya, Dino Patti Djalal meminta Presiden Prabowo mengurangi frekuensi kunjungan luar negeri yang dinilainya terlalu tinggi.
Melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Dino mengaku menyampaikan pandangan tersebut sebagai sahabat lama Prabowo sekaligus mewakili kalangan hubungan internasional.
Menurut Dino, intensitas lawatan Presiden ke luar negeri saat ini tergolong tidak lazim.
"Semenjak menjabat menjadi Presiden, satu dari enam hari dihabiskan beliau di luar negeri. Dan tidak heran kalau ada yang beranggapan bahwa ini tidak lazim dan di luar batas kewajaran. Dan sangat tidak mungkin dalam 18 bulan ke depan Presiden Prabowo terus melakukan kunjungan internasional dalam frekuensi yang sama tinggi," tutur Dino.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap kunjungan kepala negara memerlukan biaya besar, mulai dari operasional pesawat, pengamanan, akomodasi, logistik, hingga kebutuhan rombongan pendamping yang menyertai Presiden selama perjalanan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Dua Mahasiswa Indonesia Bawa Isu Kesehatan Mental Lewat Sepak Bola ke Markas PBB
-
Daftar Tim Super League Paling Banyak Rekrut Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia
-
Pengacara Don Ritto: Emas 74 Kg di Rumah Febrie Adriansyah Milik Pengusaha Bidang Dakwah
-
Tolak Laporan 'Amplop' Bupati Kuansing, KPK Segera Panggil Menhut Raja Juli
-
Rilis Forever July, Sunmi Bandingkan Sensasi Jatuh Cinta bak Hujan Deras
-
Bukan Destinasi Wisata! Pesona Mematikan Gunung Anak Krakatau yang Terlarang Bagi Wisatawan
-
Lowongan Kerja BRI Terbaru Juli 2026 untuk Lulusan D3 dan S1, Ini Link Daftarnya
-
4 Rekomendasi Pelembap Wajah yang Tidak Lengket, Kulit Kenyal dan Terhidrasi
-
Mitsubishi New Xforce Resmi Meluncur, Pakai Hybrid Generasi Terbaru
-
Madura United Datangkan Bek Tengah Vava Mario Yagalo, Siap Perkuat Lini Belakang