Suara.com - Langkah radikal diambil oleh jajaran kepelatihan Tim Nasional Iran dalam menyusun kekuatan menuju Piala Dunia. Bomber andalan mereka, Sardar Azmoun, dipastikan absen dari daftar 26 pemain yang dibawa ke turnamen akbar tersebut.
Keputusan mendepak penyerang Shabab Al-Ahli ini disinyalir kuat bukan karena penurunan performa di lapangan hijau. Langkah tegas ini merupakan buntut dari aktivitas sang pemain di jagat maya yang memicu kontroversi.
Dikutip dari ESPN, otoritas sepak bola dan pemerintah Iran dilaporkan meradang setelah Azmoun mengunggah pernyataan sikap di media sosial. Unggahan tersebut berkaitan dengan situasi konflik geopolitik yang tengah melanda kawasan Timur Tengah.
Pelatih Amir Ghalenoei sebenarnya sudah memarkir Azmoun sejak Maret lalu akibat ketegangan tersebut. Situasi ini kontras dengan nasib rekan setimnya di Dubai, Saeid Ezatolahi, yang tetap mendapatkan panggilan.
Kehilangan Azmoun menjadi ujian berat bagi lini serang Iran yang kini bertumpu pada Mehdi Taremi. Penyerang klub Yunani, Olympiacos, tersebut memimpin barisan sembilan pemain Iran yang berkarier di luar negeri.
Kondisi tim kian menantang karena mayoritas pilar yang dipanggil justru minim menit bermain atmosfer kompetitif. Sebanyak 17 pemain domestik yang masuk skuat tercatat tidak merasakan atmosfer pertandingan kompetisi sejak Februari akibat perang regional.
Perubahan Lokasi TC Akibat Masalah Visa
Guna menyiasati ketatnya persaingan, persiapan intensif kini tengah digenjot di Antalya, Turkiye. Mereka dijadwalkan terbang menuju Tijuana, Meksiko, untuk membangun markas turnamen pada Jumat pekan ini.
Sebelum menetap di Meksiko, timnas Iran sebenarnya merencanakan pemusatan latihan di Tucson, Arizona. Namun, rumitnya pengurusan visa masuk ke Amerika Serikat memaksa mereka mengubah haluan.
Baca Juga: Prediksi Juara Piala Dunia 2026 Versi Opta: Spanyol Ungguli Inggris, Prancis, dan Argentina
Federasi Sepak Bola Iran akhirnya mengantongi restu dari FIFA untuk memindahkan lokasi latihan tersebut. Kepastian pemindahan markas ini baru disetujui badan sepak bola dunia sekitar sepuluh hari yang lalu.
Tantangan Berat di Fase Grup
Pada putaran final nanti, Iran tergabung dalam Grup G yang dihuni oleh tim-tim tangguh. Mereka akan mengawali kiprah melawan Selandia Baru di SoFi Stadium, California, pada 15 Juni.
Enam hari berselang, Belgia akan menjadi ujian berikutnya bagi anak asuh Amir Ghalenoei di stadion yang sama. Pertandingan pamungkas grup akan mempertemukan mereka dengan Mesir di Lumen Field, Seattle, pada 26 Juni.
Jika berhasil mengamankan posisi runner-up grup, Iran berpeluang bentrok dengan Amerika Serikat di babak 32 besar. Laga penuh tensi tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Dallas Cowboys, Arlington, Texas.
Pencoretan Azmoun memperpanjang daftar friksi antara pesepak bola profesional dan otoritas Iran terkait isu politik. Selama ini, para pemain kerap berada di posisi sulit saat menyuarakan kondisi kemanusiaan di Timur Tengah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi