Survei SMRC yang dirilis pada Kamis (21/9/2023) mengatakan bahwa kekuatan pendukung Gerakan 212 setara dengan jumlah suara yang diperoleh PDIP dalam Pemilu 2019 lalu.
Dalam survei nasional dengan responden sekitar 6400 orang dan digelar pada Juli - Agustus kemarin itu, SMRC menemukan bahwa sekitar 16 persen dari total pemilih di Indonesia adalah pendukung Gerakan 212.
"Banyak loh. Sekitar 35 juta orang mendukung Gerakan 212. Partai Politik saja yang punya suara 15 - 16 persen sedikit. Hanya PDIP dan Gerindra yang mendekati itu," kata Saiful Mujani.
Diketahui dalam Pemilu 2019 lalu, PDIP keluar sebagai pemenang dengan meraup 27,5 juta suara atau sekitar 19,33 persen dari total suara. Sementara Gerindra di urutan kedua dengan 12,57 persen suara (sekitar 17,5 juta).
Meski demikian Saiful Mujani mengingatkan bahwa pendukung Gerakan 212 tidak otomatis mendukung satu partai melainkan terpencar ke beberapa partai.
"Tidak homogen secara politik. Terutama jika didefenisikan ke dukungan terhadap parpol, karena mereka terpencar ke mana-mana," terang dia.
Dalam survei itu, SMRC menguraikan bahwa sekitar 44 persen responden tahu soal Gerakan 212. Dari jumlah yang tahu, sekitar 38 persen mendukung dan 4 persen pernah ikut dalam aksi Gerakan 212.
Survei SMTC itu juga menemukan bahwa mayoritas pendukung Gerakan 212 akan mencoblos Anies Baswedan dalam Pilpres. Sekitar 42 persen dari pendukung Gerakan 212 lebih condong ke Anies, sementara 35 persen ke Prabowo Subianto dan sekitar 18 persen memilih Ganjar Pranowo.
"Jadi pendukung 212 itu kalau enggak ke Anies ya ke Prabowo," kata Saiful Mujani.
Baca Juga: Survei: Pendukung Gerakan 212 Pilih Anies Baswedan dan Prabowo di Pilpres
Jika pilpres hanya diikuti oleh dua pasang calon, Prabowo dan Ganjar Pranowo, maka para pendukung Gerakan 212 mendukung Prabowo. SMRC menemukan bahwa 59 persen pendukung 212 akan berada di kubu Prabowo dan hanya 29 persen yang mencoblos Ganjar Pranowo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling 'Skena' di Jakarta, Nomor 4 Lagi Banyak Diburu Kolektor
-
5 Alasan Tren 'Slow Living Run' Kini Bikin Banyak Orang Lebih Suka Lari Santai di Taman Kota
-
HKBP Pastikan UHN Terus Bertransformasi, Tetap Jadi Kampus Inklusif untuk Semua
-
Long Weekend ke Singkawang, Ada Festival Dayak Naik Dango, Kuliner dan 80 Stan UMKM
-
Dunia Sedang Bergejolak, Xi Jinping dan Donald Trump Gelar Pertemuan Rahasia di Beijing!
-
Saat Perempuan Punya Penghasilan Sendiri, Risiko Kekerasan Disebut Bisa Berkurang
-
Long Weekend Dimanfaatkan Warga Palembang untuk Borong Emas saat Harga Turun Rp20 Ribu
-
Gubernur Khofifah Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026 di Grahadi
-
Kisah Douglas Santos Tolak Naturalisasi Rusia, Target Timnas Brasil Juara Piala Dunia 2026
-
Proses DNA Ungkap 11 Identitas Korban Bus ALS di Muratara, 3 Jenazah Masih Misterius