Beberapa waktu belakangan, perkara perangai Prabowo Subianto yang disebut jauh lebih sabar serta tidak temperamental terus diperbincangkan publik.
Pasalnya sifat ini pula yang seketika diungkit setelah beredar isu liar Prabowo menampar dan mencekik seorang wakil menteri. Namun isu liar tersebut juga sudah dibantah oleh sejumlah pihak, termasuk Presiden Joko Widodo.
Jokowi mengklaim bahwa sang Menteri Pertahanan sekarang sudah berubah menjadi orang yang jauh lebih sabar. Hal ini juga diamini oleh konsultan politik Hasan Nasbi.
Dilihat di video unggahan kanal YouTube-nya pada Senin (18/9/2023), Hasan mengaku mendapat kesempatan untuk bertemu dan menyampaikan semua persepsinya kepada Prabowo. Bahkan bacapres 2024 itu mengizinkan Hasan untuk menanyakan apapun kepadanya.
"Saya tumpahkan semua, saya buka semua di atas meja. Saya pengin lihat apa jawaban Pak Prabowo dan kemudian saya lihat Pak Prabowo marah nggak? Naik nggak emosinya? Temperamen nggak?" tutur Hasan.
"Di akhir pertemuan itu saya bilang sama Pak Prabowo, 'Saya merasa berhadapan dengan Pak Prabowo yang berbeda'," sambungnya, seperti dikutip pada Jumat (22/9/2023).
Hasan rupanya meyakini bahwa pertanyaannya dapat memancing emosi Ketua Umum Partai Gerindra tersebut, tetapi nyatanya dia tidak mendapatkan reaksi seperti yang diekspektasikan.
"Tapi selama pertemuan itu sama sekali nada suaranya nggak naik, temperamennya nggak naik, nggak ada gebrak-gebrak meja," kata Hasan.
Padahal salah satu yang ditanyakan adalah isu yang paling sensitif untuk Prabowo, yakni soal penculikan yang mencoreng nama baiknya sebagai seorang petinggi TNI di era orde baru.
Baca Juga: Momen SBY Nyanyi Lagu Tipe-X Dijogetin Prabowo Jadi Perbincangan: Lagi Lucu-lucunya
"Soal yang paling sering dituduhkan kepada Pak Prabowo kan penculikan. Iya beliau mengakui bahwa ada sembilan orang yang beliau amankan," jelas Hasan.
"Yang beliau amankan itu semua dikirim pulang, diantar ke rumah masing-masing atau diantar ke Polda Metro Jaya, supaya ada pertanggungjawaban bahwa orang ini pulang dengan selamat," imbuhnya.
Prabowo kemudian menjelaskan duduk perkara hingga kerap terjadi banyak aktivis hilang di era pemerintahan Soeharto tersebut.
"Menurut dia pada zaman itu, banyak instansi-instansi, banyak kesatuan-kesatuan yang juga mengamankan orang. Cuma nggak bertanggung jawab, ketika dilepaskan orangnya dilepaskan saja. Kemudian diculik oleh kesatuan lain, oleh orang lain, kemudian hilang nggak tahu rimbanya, dan yang jadi tertuduh adalah yang pertama kali ngambil orang itu," terang Hasan.
"Nah itulah yang terjadi pada orang-orang yang hilang, karena ketika dilepas ya udah dilepas saja. Jadi nggak ada serah-terima dengan keluarga atau pihak sipil yang berwenang," lanjutnya.
Sementara menurut Hasan, Prabowo mengaku bahwa saat itu dia melakukan hal yang berbeda.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kayumanis Memanas! Warga Pasang Banner Tolak Keras Pembangunan PSEL Kota Bogor
-
Siap-Siap Pesta Musik Terbesar, PBB Bakal Gebrak Cibinong: Catat Waktunya!
-
Tiga Pegawai PTBA Raih Penghargaan Nasional Satyalancana Wira Karya dari Presiden
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Bank Sumsel Babel Bedah Rumah Ibu Ojol di Palembang, Nurmalinda Kini Punya Harapan Baru untuk 3 Anak
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Mencoba Tuak Dayak: Minuman Tradisional yang Hanya Keluar Saat Pesta Panen Gawai
-
Detik-detik Kebakaran Hebat di Pasar 16 Ilir Palembang Malam Ini, Pedagang Panik saat Muncul Kilatan
-
Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta