Eks Komandan Jenderal Kopassus Letjen (purn) Doni Monardo masih dirawat secara intensif di salah satu rumah sakit dan kondisinya saat ini stabil.
Ogi Rulino, adik kandung Doni Munardo, mengatakan abangnya kini dalam keadaan stabil. Ia juga memohon doa untuk mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana tersebut.
"Pak Doni dalam keadaan stabil," ujar Ogi dalam video yang dilihat Suara.com, Jumat malam (22/9/2023).
Ogi mengungkapkan ia dan keluarga berharap agar rakyat Indonesia ikut mendoakan Doni Monardo, agar bisa kembali sehat seperti sedia kala.
"Kami mengharapkan doa yang tulus dari seluruh masyarakat, rakyat Indonesia untuk kesembuhan bapak Doni Monardo, sehingga beliau bisa kemabli pulih sehat seperti sedia kala," jelasnya.
Sebelumnya Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengakui bahwa Doni Munardo sedang menjalani perawatan di RS.
"Iya sedang sakit dan dalam perawatan," ujar Abdul saat dikonfirmasi, Kamis (21/9/2023).
Abdul mengatakan Doni dirawat di rumah sakit sejak Rabu malam (20/9/2023). Namun dia belum menjelaskan Doni dirawat di rumah sakit mana dan penyakit apa yang diderita sang jenderal.
"(Sejak) tadi malam (dirawat)," singkat Abdul.
Meski demikian Abdul enggan memaparkan lebih lanjut terkait penyakit yang sedang dialami Ketua Umum Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD) tersebut.
"Saya tidak memberikan informasi dulu. Nanti menunggu konfirmasi keluarga," jelas dia.
Profil Doni Monardo
Doni Monardo lahir di Cimahi, Jawa Barat pada 10 Mei 1963. Lelaki berdarah Minang itu lahir dari keluarga militer. Ayahnya merupakan Letkol CPM, Nasrul Saad dan ibunya adalah Roeslina.
Meski lahir di Cimahi, Doni Monardo menghabiskan masa kecil di Aceh. Menginjak remaja, ia pindah ke Padang dan bersekolah di SMA Negeri 1 Padang. Setelah lulus SMA, ia menempuh pendidikan di Akademi Militer.
Lulus dari Akmil pada 1985, Doni Monardo ditugaskan di Komando Pasukan Khusus atau Kopassus tahun 1986 sampai dengan 1998. Ia pernah terjun ke medan tempur Timor Timur dan Aceh. Ia juga sempat bertugas di Bali.
Pada periode 2001 - 2003, Doni Monardo ditugaskan ke Paspampres. Kemudian, selama setahun ia dipindahkan ke Kolakops TNI, sebelum pada 2004 kembali ke Paspampres.
Nama Doni Monardo semakin disorot ketika ditugaskan Presiden SBY menjadi Wakil Komando Satuan Tugas untuk pembebasan kapal MV Sinar Kudus yang dibajak oleh perompak Somalia.
Karier Doni Monardo sendiri banyak dihabiskan di sekitar Paspampres dan Kopassus.
Pada 2012 - 2014 ia bertugas sebagai Komandan Paspampres, kemudian diangkat sebagai Wakil Komandan Jenderal Kopassus pada 2014 dan menjabat sebagai Danjen Kopassus pada 2014 - 2015.
Setelah itu, ia menghabiskan puncak kariernya di TNI AD sebagai Pangdam Pattimura hingga 2017 dan Pangdam Siliwangi pada 2017-2018.
Memasuki 2018 Doni Monardo berhenti dari dunia militer. Dia mengemban tugas sebagai Sekretaris Jenderal Wantannas mulai dari 2018-2019. Setelah itu, ia menjabat sebagai Kepala BNPB lalu Ketua Gugus Tugas Percepatan COVID-19 di bulan Maret 2020.
Doni Monardo menikah pada 1992 dengan Santi Ariviani dan dikaruniai 3 orang anak.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
IHSG Lanjutkan Tren Negatif di Sesi Pertama, 387 Saham Anjlok
-
Innova Tahun 2017 Harganya Berapa? Cek Update Terbaru Apakah Masih Layak Dipinang
-
John Herdman Hadapi FIFA Series 2026 Tanpa Naturalisasi Baru, PSSI Ingin Lihat Potensi Pemain Lama.
-
Ravindra Airlangga: Kemitraan IndonesiaUni Eropa Perlu Diperkuat lewat Diplomasi Parlemen
-
Heboh! Nagita Slavina Bidik Saham VISI, Bosnya Bilang Lagi Tahap Nego
-
Purbaya Minta Publik Tak Banyak Protes MBG, Klaim Dibutuhkan Masyarakat
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Ijazah Jokowi Tanpa Sensor Akhirnya Dirilis, Drama Berjilid-jilid Segera Berakhir?
-
Orang-Orang Proyek: Potret Getir Idealisme yang Terbentur Busuknya Sistem
-
Nova Arianto Jadi Sosok Kunci di Tiga Level Timnas, Mulai U-17 Hingga Jadi Asisten di Senior