Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Andre Rosiade angkat bicara terkait ramainya isu duet Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto di Pilpres 2024.
Ia menjelaskan bahwa Koalisi Indonesia Maju (KIM) tak pernah membahas terkait kemungkinan Prabowo akan menjadi pasangan Ganjar di kontestasi mendatang.
Andre menyebut koalisinya sedang sibuk mempersiapkan beberapa hal terkait pencalonan Prabowo sebagai presiden.
"Di kami, di Koalisi Indonesia Maju tidak ada pembahasan hal itu. Fokus kami di Koalisi Indonesia Maju saat ini adalah beberapa hal. Yang pertama bagaimana kami mempersiapkan tim pemenangan yang akan dibentuk dalam waktu segera," terang Andre dikutip dari tayangan kanal YouTube tvOneNews pada Minggu (24/9/2023).
"Yang kedua kami mempersiapkan strategi pemenangan Pak Prabowo. Yang ketiga kita mempersiapkan program-program yang maknyus gitu, yang merupakan bagian dari keberlanjutan pemerintahan Pak Jokowi,"
"Yang keempat kita lagi mempersiapkan waktu yang tepat untuk musyawarah mufakat para ketua umum untuk menentukan cawapres Pak Prabowo," imbuhnya.
Lebih lanjut, Andre mengatakan jika kemungkinan isu Ganjar dan Prabowo menjadi pasangan calon presiden dan wakil presiden hanya untuk bahan bercandaan.
"Kita nggak terpikir sama sekali. Makanya di ILC yang lalu, saya sudah sampaikan, 'Mohon maaf Gus Jazil [PKB], mungkin Gus Jazil tadi stand up comedy lucu-lucuan'," tutur Andre.
"Karena memang kami tidak terpikir seperti itu. Fokus kami bagaimana koalisi ini semakin solit dan segera membentuk tim pemenangan. Jadi nggak ada pembahasan di Koalisi Indonesia Maju akan terjadi dua poros," lanjutnya.
Baca Juga: Sprint Race IndianGP: Martinator Tak Terbendung, Cetak Sejarah di Bollywood
Selain itu, Andre juga menduga jika isu tersebut sengaja dimunculkan untuk menaikkan elektabilitas pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.
Ia menyebut Jazilul Fawaid sengaja melontarkan wacana tersebut sebagai strategi untuk menaikkan elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden dari Koalisi Perubahan.
"Atau selain lucu-lucuan atau stand up comedy tadi, bisa saja ini bagian dari strategi Gus Jazil juga. Karena kan sudah di launching, ternyata mohon maaf mungkin ya tidak bermaksud menyingung, tapi ternyata tidak naik-naik survei pasangan AMIN, tetap konsisten di posisi nomor 3," ungkap Andre.
"Sehingga mungkin Gus Jazil punya strategi yang lain. Kalau dibikin dua poros terkesan nanti dikeroyok terzalimi, siapa tahu bisa naik elektabilitas," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Libur Lebaran 2026: Wisata Lokal Banjir Pengunjung, Pendapatan Daerah Naik
-
John Herdman Puji Habis-habisan Beckham Putra dan Dony Tri Pamungkas
-
Satu Mobil ke Bandara, Prabowo Antar Langsung Anwar Ibrahim Tinggalkan Indonesia
-
Stok Tomahawk Menipis, Operasi Militer AS di Iran Picu Kekhawatiran
-
Mundurnya Yudi Abrimantyo dari Kepala BAIS Dinilai Tamparan untuk Elite
-
Kematian Pekerja Tambang di Morowali Disorot DPRD, Diminta Diusut Tuntas
-
Timnas Indonesia Bantai Saint Kitts and Nevis, John Herdman: Jangan Cepat Puas!
-
Kabar Duka, Tokoh Agama dan Juru Damai Konflik Poso Ustad Adnan Arsal Wafat
-
'Ini Terakhir Kali Saya ke Jakarta': Curahan Hati Perantau yang Balik Kampung Demi Jaga Sang Putri
-
Dakwaan Jaksa Soal Dugaan Gratifikasi dan TPPU Tak Terbukti, Eks Sekretaris MA Pilih Mubahalah