- Film dokumenter Pesta Babi menyoroti ancaman proyek food estate dan bioetanol terhadap tanah adat di Papua.
- Kader Muda PDI-P Shohibul Kafi mengkritik kurangnya transparansi pemerintah terkait eksploitasi sumber daya alam di sana.
- Politisi Angga Nugraha menekankan pentingnya ruang debat publik ketimbang melakukan pembungkaman terhadap penyampaian realitas konflik agraria.
Suara.com - Di Papua, hutan bukan sekadar kumpulan pepohonan; ia adalah denyut nadi kebudayaan. Sebuah premis pahit tersaji dalam film dokumenter "Pesta Babi": ketika hutan adat hancur, identitas masyarakat lokal ikut lumat.
Logikanya sederhana namun menyayat—tanpa hutan tidak ada babi, dan tanpa babi, tidak ada pesta adat maupun kehidupan sosial.
Dokumenter ini memotret realitas kelam di Merauke, Boven Digoel, dan Mappi. Proyek pangan (food estate) dan bioetanol skala besar kini tengah merangsek masuk, memaksa warga adat berdiri di tepi jurang kehilangan tanah leluhur mereka.
Kegelisahan yang terpancar dari layar lebar tersebut memantik reaksi keras dari Kader Muda PDI-P, Shohibul Kafi.
Ia menilai ada "lubang besar" dalam perjalanan bernegara sejak era Reformasi, terutama terkait konsensus nasional yang belum tuntas.
Menurutnya, visi dan misi negara seolah kehilangan arah dalam implementasinya di lapangan.
"Ketika hari ini, kita sebagai rakyat melihat seolah-olah negara dan rakyat itu berbenturan. Negara menyalahkan rakyat, sebaliknya rakyat menyalahkan negara. Realitas hari ini kan salah," tegas Kafi dalam sebuah diskusi podcast yang digelar secara daring dan luring pada Jumat (15/5/2026).
Kafi juga menyoroti transparansi pemerintah dalam mengelola sumber daya alam di Papua.
Ia mempertanyakan mengapa eksploitasi tersebut terkesan ditutupi dengan rapat.
Baca Juga: Menonton Pesta Babi di Sidrap: Tentang Literasi dan Larangan yang Ironis
"Pemerintah merahasiakan sesuatu yang sangat fundamental, (yaitu) misi negara," ucapnya lugas.
Buka Ruang Debat, Bukan Pembungkaman
Senada dengan Kafi, Politisi PDI-P Angga Nugraha juga memberikan sorotan tajam. Baginya, jika ada pihak atau otoritas yang merasa film ini menyalahi aturan atau ketetapan pemerintah, jalan keluarnya bukan pembungkaman, melainkan dialektika.
"Jika film itu tidak bagus, sediakan ruang debat," tantang Angga.
Ia menegaskan bahwa "Pesta Babi" memegang peranan krusial sebagai jendela bagi masyarakat luas untuk melihat kondisi Papua secara utuh dan jujur.
Alih-alih dianggap sebagai ancaman, film ini seharusnya menjadi sarana edukasi publik agar memahami kompleksitas konflik agraria dan hak masyarakat adat.
Berita Terkait
-
Mengapa Aparat Takut dengan Film 'Pesta Babi? Dokumenter yang Menguak Sisi Gelap Proyek di Papua
-
Siapa Aktor Di Balik Pembubaran Nobar Film Pesta Babi?
-
Film Pesta Babi tentang Apa? Tuai Kontroversi hingga Pembubaran Acara Nobar
-
Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!
-
Menonton Pesta Babi di Sidrap: Tentang Literasi dan Larangan yang Ironis
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Mengapa Aparat Takut dengan Film 'Pesta Babi? Dokumenter yang Menguak Sisi Gelap Proyek di Papua
-
Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel
-
Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?
-
Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
-
Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?
-
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!
-
Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga
-
Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara
-
Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu
-
Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!