Bakal calon presiden PDI Perjuangan Ganjar Pranowo mengungkapkan jika dahulu dirinya pernah bercita-cita sebagai pilot. Hal ini dibeberkan oleh Ganjar saat berada di podcast Merry Riana.
Ganjar membeberkan jika dulu dirinya berpikiran jika pilot merupakan profesi yang terlihat sangat keren sehingga dirinya tempo dulu kepingin menjadi seorang pilot.
"Waktu itu pilot itu profesi yang kayaknya keren banget," kata Ganjar dikutip dari kanal YouTube Merry Riana pada Selasa (26/9/2023).
Lebih jelas, Ganjar lantas menceritakan momen lawas ketika dirinya sedang mengobrol bersama salah satu sanak saudaranya.
"Suatu ketika pakde saya datang, pakde saya ini tentara, datang dia dari Kutoarjo, saya tinggal di lereng Gunung Lawu,"
"Kemudian ditanya-tanya sama pakde, 'Besok kalau gede mau jadi apa? Pilot. Kenapa pilot? Ya kan bisa terbang, bisa lihat macam-macam'. Terus pakde saya bilang gini, 'Ya nanti kalau terbang pas lewat sini itu di pesawat kan ada selimut, ntar dilempar dari atas ya',"
"Saya masih ingat cerita ini, sambil saya mau tidur pakde saya itu di sebelah saya," tutur Ganjar.
Di podcast ini, Ganjar juga turut menceritakan momen ketika dirinya mulai tertarik ke dunia politik, yakni saat mulai ikut demo-demo mahasiswa.
"Awalnya saya demo. Kira-kira saya kenal demo itu tahun 1988/1989 lah di UGM, ketemu lah dengan teman-teman aktivis," ucap Ganjar.
Baca Juga: Terungkap, Ternyata Ini Alasan Utama Suwon FC Ingin Datangkan Pratama Arhan
Hingga akhirnya dirinya bertemu dengan salah satu tokoh politik di PDI Perjuangan, Sutarjo Suryo Guritno, yang menantangnya untuk terjun ke politik.
"Saya bertemu dengan seseorang yang mempengaruhi hidup saya juga Sutarjo Suryo Guritno, ini tokoh politik PDI Perjuangan, waktu itu sejak PDI lah," terang Ganjar.
"Kami komunikasi dengan banyak orang, salah satunya dengan Mbah Tarjo itu, 'Ah kalau cuma demo-demo gini percuma. Anda masuk politik, berani nggak?'. Asyik juga tantangannnya,"
"Saya langsung ke PDI belum Perjuangan, 1992 saya ikut kampanye-kampanye. Lalu saya lulus 1996 ke Jakarta terus kemudian ke tempatnya Bu Mega, jelang 27 Juli itu lah interaksi kami terus berlanjut sampai hari ini," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
VAR 'Tertidur' di Grup L! Tekel Konsa ke Prince Adu Bikin Fans Ghana Naik Pitam
-
DPR Apresiasi Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat, Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung
-
Meisya Amira Jadi Wanita Tunawicara yang Menggila di Film Juminten Edan
-
Baru Cetak Brace, Cristiano Ronaldo Mendadak Kesal Gara-gara Ditanya Soal Messi
-
Byar Pet Gegara Batubara, Momentum Pengembangan Energi Gelombang
-
Gas Mahal Picu PHK 55 Ribu Buruh, ESDM: Industri yang Mana Dulu!
-
Anggaran Multiyears Pelatnas Disetujui, PBSI Fokus Perkuat Sport Science dan Regenerasi
-
Kompetisi Orang Paling Menderita
-
Kasus Suap Mahasiswa UBK, BEM UMY: Tak Bisa Selesai Hanya dengan Maaf
-
Bye-bye Teknologi Start! MotoGP Larang Holeshot Device di GP Belanda Demi Keselamatan Pembalap