Mantan politikus Demokrat, Jhoni Allen Marbun buka-bukaan soal jalan busuk yang ditempuh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di partai tersebut. Jhoni menyebutkan bahwa SBY beberapa kali memanipulasi kongres partai untuk kepentingannya.
Jhoni menyebutkan bahwa SBY baru bergabung dengan Demokrat pada tahun 2003 dan bukan salah satu pendirinya.
"Setelah jadi presiden kongres pertama dia [SBY] mencalokan ketua umum yang bisa manut atau menjilat, Karyono waktu itu dan itu kalah yang menang Hadiutomo," ujat Jhoni seperti dikutip dari kanal YouTube Zulfan Lindan Unpacking Inonesia.
"Kongres kedua tahun 2010 waktu Anas [Urbaningrum] di Bandung, calon SBY Andy Malarangeng, Anas yang terpilih. Begitu Anas jadi ketua imum partai jadi tinggi. Karena sesuatu hal, waktu itu SBY di luar negeri masa seorang presiden dan pembina Demokrat dari luar negeri minta KPK kasus Anas diperjelas," imbuhnnya.
Usai Anas diciduk KPK, SBY dalam Kongres luar biasa di Bali didapuk jadi ketum Demokrat untuk melanjutkan Anas.
"Kongres luar biasa di Bali, dia bilang hanya meneruskan dia selaku presiden ketua umum, anaknya menjadi Sekjen si Ibas. Bapaknya ketua umum, anaknya Sekjen tanpa malu-malu dan merasa paling demokratis," ujar Jhoni.
Kemudian pada tahun 2015 SBY kembali mengajukan diri sebagai ketua umum.
"Di tahun 2020 dimanipulasi lagi. Rekayasa diSenayan, dilakukan kongres tapi isinya bukan kongres, semua peserta di suruh keluar kecuali pemilih suara," kenang Jhoni.
"Begitu selesai langsung AHY AHY ketua umum, jadi ketua umum," tandasnya.
Baca Juga: Ini Cara Membuat Akun atau Registrasi E-Meterai pada SSCASN 2023
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
- 10 Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu Bank Mandiri Terdekat di Jakarta
- 6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
Pilihan
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
-
Tak Terbukti Lakukan Tindak Pidana, Delpedro Dkk Divonis Bebas!
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
Terkini
-
Dibongkar Bahlil, Ini Alasan Golkar Yakin Prabowo Mampu Jadi Mediator Konflik Timur Tengah
-
Dari Mengasuh Anak Majikan ke Kursi Terdakwa: Kisah Refpin, ART yang Dituduh Cubit Anak DPRD
-
Gempur Lapangan Padel Bodong, Pemprov DKI Segel 206 Lokasi
-
Kecam Serangan ke Iran dan BoP, Massa Gelar Aksi di Depan DPR RI
-
Prabowo Diteriaki 'Penakut' oleh Massa Aksi Demonstrasi Tolak BoP
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Pastikan Stok BBM Aman, Minta Masyarakat Tak Panic Buying: Suplai Lancar!
-
Wulan Guritno Syok! Sekolah di NTT Tak Punya Toilet Layak, Siswi Harus Tahan Malu dan Haus
-
5 Fakta Banjir yang Mengepung Bandar Lampung Usai Hujan Deras, Tiga Warga Terseret Arus
-
DAMRI Buka Rute Langsung Jakarta-Denpasar, Segini Harga Tiketnya