Peristiwa ditahannya putri sulung Nikita Mirzani, Laura Meizani alias Lolly disebut sebagai settingan.
Hal ini disampaikan seorang konten kreator di TikTok dengan akun @mistermaxwni, dikutip Kamis (28/9/2023).
Konten kreator asing ini membeberkan hal-hal yang diklaimnya sebagai fakta jika apa yang disebutkan menimpa Lolly adalah settingan.
"Saya pernah tinggal di UK empat tahun," ujarnya.
Kabar ditahannya Lolly di kantor polisi London memang telah diklarifikasi sendiri olehnya.
Namun, dari klarifikasinya itu justru yang membuat Mistes Max semakin aneh.
"Emang kemaren aku sempet ke kantor polisi aja," ungkap Lolly dalam video klarifikasinya yang dikutip konten kreator ini.
Dia merasa heran dengan pernyataan Lolly yan mengaku ke kantor polisi hanya sekedar melaporkan diri.
"Hati-hati jangan seret aparat negara orang lain, apalagi kepolisian UK yang adalah profesional, tercanggih, dan teraman di dunia," pesannya.
Baca Juga: Erick Thohir Bantah Manfaatkan Sepak Bola untuk Tujuan Politik: Saya Kerja untuk Pak Jokowi
Pasalnya, jika seseorang datang untuk lapor diri tetap harus ada tujuan, terutama bagi Lolly yang masih di bawah umur dan bernegara asing.
"Mereka akan cek semua dokumen, paspor, asal-usul datang dari mana ini wanita, dan mereka juga akan melihat di situ paspornya ada foto Marijan (Nikita Mirzani) karena ini masih di bawah umur si Lollipop," jelasnya.
Tidak hanya itu, pihak kepolisian pun akan meminta data diri lengkap terkait sekolah Lolly dan lain-lain.
"Mereka akan bertanya sekolah di mana, sejak kapan, dan tinggal di mana, siapa yang akan merawat, siapa yang akan sponsor," dia menambahkan.
Mister Max juga mengungkapkan bahwa semua yang diminta pihak kepolisian akan sangat merinci karena demi keamanan Lolly yang masih di bawah umur.
"Jadi menurut saya ini boleh sih settingan, boleh lah drama," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan
-
Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya
-
Sambut HJB ke-544, Jurnalis Se-Bogor Raya Siap Adu Taktik di Lapangan Hijau Sentul
-
Bawa Pesan Khusus dari Prabowo untuk Jokowi? Ini Fakta Pertemuan Didit Hediprasetyo di Solo
-
Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat
-
Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo
-
Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional