- Irma Suryani Chaniago mendesak evaluasi profesionalisme pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi agar kualitas layanan tetap terjaga optimal.
- Anggota Komisi IX DPR RI mengusulkan penyaluran Makan Bergizi Gratis dibatasi khusus bagi masyarakat rentan secara ekonomi.
- Irma menyoroti dugaan praktik kecurangan oleh oknum pengelola dalam penentuan vendor katering untuk program Makan Bergizi Gratis.
Suara.com - Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi NasDem, Irma Suryani Chaniago, memberikan catatan kritis terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menanggapi kritik dari Center of Economic and Law Studies (Celios), Irma menekankan bahwa program ini sejatinya sangat bermanfaat, namun berisiko menjadi mudarat apabila pengelolaannya tidak profesional dan tidak tepat sasaran.
Irma menyoroti pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kini tengah dikebut.
Ia memperingatkan agar percepatan pembangunan fisik tidak mengabaikan aspek kelayakan dan profesionalitas pengelolaannya.
"Program ini bagus dan bermanfaat jika sasaran dan pengelolaannya tepat. Menjadi mudarat ketika pembangunan SPPG tidak berbanding lurus dengan kontrol terhadap prasyarat bangunan dan kelayakan sebuah katering besar," ujar Irma saat dihubungi Suara.com, Jumat (19/6/2026).
Ia menyamakan SPPG dengan katering industri yang menyuplai makanan untuk pabrik, sehingga standar kualitas dan manajemen harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar mengejar target pembangunan gedung.
Terkait usulan ekonom Celios yang menyarankan anggaran dipangkas dan difokuskan hanya pada wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), Irma memiliki pandangan berbeda.
Menurutnya, masalah gizi buruk dan stunting bersifat sporadis dan tidak hanya terkonsentrasi di wilayah pelosok.
"Anak balita kurang gizi, stunting, dan ibu hamil miskin tidak hanya berada di wilayah 3T," tegasnya.
Baca Juga: Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun
Namun, ia sepakat bahwa distribusi MBG harus memiliki skala prioritas yang ketat agar tidak terjadi pemborosan anggaran.
Irma mengusulkan agar penerima manfaat dibatasi hanya untuk kelompok masyarakat yang rentan secara ekonomi.
"Usulan saya di RDP (Rapat Dengar Pendapat), yang diberikan MBG hanya ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), anak balita miskin dan gizi buruk, serta siswa TK, SD, SMP, SMA di wilayah yang penduduknya masih miskin," jelas Irma.
Ia menegaskan bahwa kelompok masyarakat yang berkecukupan tidak perlu mendapatkan jatah makanan gratis tersebut.
"Untuk anak TK sampai SMA, bumil, dan busui yang berkecukupan tidak perlu didistribusikan MBG-nya karena mubazir," tambahnya.
Lebih lanjut, Irma juga melontarkan kritik keras terkait integritas sumber daya manusia (SDM) yang mengelola program ini di lapangan. Ia mencium adanya praktik tidak sehat dalam penentuan pihak ketiga atau pengelola katering (SPPG).
Berita Terkait
-
Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun
-
Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM
-
Di Hadapan Mahasiswa, DPR Ungkap Anggaran MBG Bakal Diefisiensikan Rp70 Triliun
-
Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan
-
KPK Buka Alasan Tak Lanjutkan Kasus MBG: Hindari Duplikasi Penegakan Hukum
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya
-
Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama
-
Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional
-
Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan
-
Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah
-
Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun
-
Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM
-
Pimpinan DPR Naik Mobil Komando Temui Massa, Janji Bebaskan 16 Mahasiswa Trisakti dan Bereskan BBM
-
Di Hadapan Mahasiswa, DPR Ungkap Anggaran MBG Bakal Diefisiensikan Rp70 Triliun