Muhaimin Iskandar atau Cak Imin telah melenggang lama di panggung perpolitikan Tanah Air. Cak Imin sempat menjadi wakil ketua DPR RI hingga jabatan menteri selama karirnya.
Cak Imin bahkan disebut bisa membangkitkan suara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) usai suaranya merosot akibat berkonflik dengan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Diketahui bahwa pada tahun 2014, PKB mendapatkan peningkatan suara signifikan setelah di pemilu 2009 merosot hanya punya kurang lebih 4,9 persen suara.
Kenaikan PKB di 2014 menjadi 9 persen rupanya tak lepas dari strategi politik Cak Imin. Hal ini dinyatakan oleh Ahli Politik Islam Indonesia, profesor Greg Fealy.
Dikutip dari kanal YouTube Pinter Politik TV, Fealy menyebutkan bahwa Cak Imin melakukan dua strategi penting untuk mendongkrak suara.
Langkah pertama adalah mengikat PKB dengan NU. Cak Imin meminta PKB tingkat daerah dan nasional selalu mengikuti iuran bulanan untuk administrasi dan program NU. Politisi PKB di legislatif juga diminta untuk merepresentasikan kepentingan Islam dan NU.
Usaha kedua yang dilakukan Cak Imin adalah dengan menggandeng pegusaha kaya. Hal ini dilakukan agar dapat mendanai program daerah basis pemilih PKB.
Dalam hal ini, Cak Imin menggandeng Bos Lion Air, Rusdy Kirana. Rusdy sendiri adalah seorang pengusaha Tionghoa Kristen yang bergabung dengan PKB. Rusdy bahkan sempat menjadi wakil ketua PKB.
"Rusdy menyediakan dana yang cukup besar untuk penjangkauan PKB kepaa para kyai lokal, di daerah pemilihan utama serta program-program kewirausahaan bagi pengusaha muda NU," ungkap Fealy seperti dikutip dari kanal YouTube PinterPOlitik.
Baca Juga: Baim Wong Pamer Rp9 M dari Jualan TikTok, Netizen Kasih Peringatan: Kasihan UMKM Gulung Tikar
Dua cara itu disebut berhasil untuk membuat PKB melambung hingga sekarang. Cara itu bisa membuat para kyai juga secara terbuka mendukung PKB dan membuat partai tersebut menjadi partai islam dengan perolehan suara tertinggi pada 2009.
Cak Imin bahkan disebut menjadi sosok yang mendorong pemilihan Ma'ruf Amin sebagai wapres Jokowi sampai menikung Mahfud MD di detik-detik terkahir pencalonan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Bibir Hitam Cocok Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 6 Rekomendasi Penyelamat Agar Tampil Cerah
-
Gak Perlu Naik Motor Lagi! Ini 5 Opsi Mobil Bekas 70 Jutaan yang Siap Diajak Mudik Lebaran 2026
-
3 Fakta Lucas Lee, Pemain Keturunan Calon Penerus Maarten Paes di MLS
-
Purbaya Sebut Ekonomi Syariah Sukses di Jerman, Kritik Indonesia yang Pilih Ikuti Barat
-
Nilai Kondisi Pola Asuh Anak Sedang Rapuh, Menteri PPPA Sebut Kekuatan Keluarga Jadi Pondasi Negara
-
Harga Emas Mulai Tekan Para Pengusaha Perhiasan
-
Jawaban untuk Gong Xi Fa Cai yang Sopan dan Tepat, Ini 20 Contohnya
-
Jangan Sajikan 5 Makanan Ini saat Imlek, Ini Maknanya
-
Apakah BPJS Kesehatan Bisa Digunakan di Mana Saja? Ini Penjelasannya
-
Gelombang Dukungan untuk Gus Yaqut: Ansor Jabar Tegaskan Solidaritas Hadapi Kasus Kuota Haji