Sebut saja culture shock, namun akhirnya malah bikin jatuh cinta sampai sekarang.
Nama Yoo Jae-hoon mencuat seiring sukses Coach Shin Tae-yong mendidik anak-anak asuhnya di Timnas Indonesia U-23 dan Timnas Indonesia Senior hingga mencapai tahapan keren di skala internasional.
Sebelum menjadi asisten Coach Shin dan melatih kiper Timnas Indonesia, Yoo Jae-hoon adalah pemain sepak bola abroad. Dari Korea Selatan bermain untuk Liga Indonesia di Papua alias Bumi Cenderawasih.
Disimak Metro Suara.com dari Vidio TikTok atas nama akun Sport77 Official ia berbagi sederet kisah culture shock yang membuatnya malah jatuh cinta kepada Indonesia.
"Saya minta difoto situasi sekeliling. Oh ada KFC, ada Pizza Hut. Berarti kota besar, ya," paparnya dalam Bahasa Indonesia yang bisa disebut super fasih.
"Akan tetapi saat naik pesawat, dari Incheon-Jakarta saja tujuh jam. Lanjut transit di Bali, sesudahnya terbang lagi. Sampai di tujuan sudah pagi lagi, rasanya terbang ke negara lain," tukasnya disertai tawa.
Kemudian yang paling mengagetkannya, warga setempat mengunyah buah pinang.
"Sesudah itu bibir mereka menjadi merah-merah, wah pertama kali saya kira darah, bikin seram, bukan? Saya langsung sembunyi di belakang sopir. Kok semua orang keluar darah begitu?" lanjutnya.
Namun akhirnya ia tahu, bahwa warga setempat mengunyah buah pinang. Bahkan ia mencobanya, dan berkomentar soal rasanya hanya dalam tawa kencang.
Selesai kontrak dengan Persipura sebagai kiper atau goalkeeper, selanjutnya sosok berpostur 186 cm ini bermain di Bali United, Pusamania Borneo, Mitra Kukar, sampai Barito Putra.
Saat ditanya dengan situasi terkini yang belum jelas untuk kontrak sebagai salah satu pelatih Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), lelaki kelahiran Ulsan, Korea Selatan 7 Juli 1983 itu menyatakan akan tetap berkarier di Indonesia.
Mantan penjaga gawang dengan banderol puncak Rp 2 miliar sebagaimana dipetik dari Transfermarkt ini berkata, "Akan tetap melatih di Indonesia. Waktu itu saya ambil kursus di Korea juga untuk melatih di Indonesia. Saya sudah jatuh cinta (dengan negara ini)."
Salah satu bukti Yoo Jae-hoon sayang Tanah Air adalah dari caranya menamai akunnya di media sosial. Yaitu membubuhkan kata "pace" di depan namanya. Artinya adalah "bro" atau "bang" dalam bahasa Papua.
Dari situlah, diawali takut akan "darah" buah pinang, Indonesia malah menjadi tempat kesayangan Yoo Jae-hoon.
Berita Terkait
-
Pemain Banderol Rp 208 M Ini Luangkan Waktu Menyapa Timnas Indonesia, Bahkan Menunggu Bisa Merumput Bareng
-
Punya Banderol Rp 7 M, Mengapa Pemain Gelandang Ini Tidak Dipanggil Shin Tae-yong untuk Gabung di Timnas Indonesia?
-
Meski Pun Jadi Kapten Kesebelasan dan Punya Banderol Rp 15 M, Shin Tae-yong Mungkin Tidak Mainkan Sosok Ini di Timnas Indonesia
-
Banderol Rp 1 M, Bek Ini Bisa Langsung Main di Timnas Indonesia Tanpa Perlu Naturalisasi
-
Amunisi Timnas Indonesia Berdatangan, Shayne Pattynama dan Sandy Walsh Bisa Dimainkan Bareng di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Siap-Siap Pesta Musik Terbesar, PBB Bakal Gebrak Cibinong: Catat Waktunya!
-
Tiga Pegawai PTBA Raih Penghargaan Nasional Satyalancana Wira Karya dari Presiden
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Bank Sumsel Babel Bedah Rumah Ibu Ojol di Palembang, Nurmalinda Kini Punya Harapan Baru untuk 3 Anak
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Mencoba Tuak Dayak: Minuman Tradisional yang Hanya Keluar Saat Pesta Panen Gawai
-
Detik-detik Kebakaran Hebat di Pasar 16 Ilir Palembang Malam Ini, Pedagang Panik saat Muncul Kilatan
-
Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta
-
7 Sepatu Lari Lokal dengan Desain Paling Berani: Berani Pakai Warna Tabrak Saat Lari?