Edward Tannur, ayah dari pelaku aniaya Dini Sera Afrianti, Gregorius Ronald menyampaikan permohonan maaf.
Hal itu disampaikannya secara online yang diunggah kembali di akun Instagram @lambe_turah, dikutip Rabu (11/10/2023).
"Saya sangat berbelasungkawa, menyesal atas perbuatan si Ronald anak saya," ujarnya.
Dia mengaku jika apa yang terjadi benar-benar tidak pernah diharapkan oleh siapa pun.
"Kejadian ini tidak kita semua harapan dan saya harapkan permohonan maaf dan penyesalan yang mendalam atas meninggalnya almarhumah saudara Dini Sera Afrianti," ungkapnya.
Sebelumnya, Edward Tannur yang merupakan salah seorang anggota DPR RI Komisi IV dari Fraksi PKB, secara resmi dinonaktifkan.
Hal itu disampaikan Sekretaris Jendran (Sekjen) DPP PKB, Hasanuddin Wahid.
"Kami dari DPP PKB memutuskan sejak malam ini (Minggu, 8/10/2023) untuk menonaktifkan saudara Edward Tannur dari tugasnya di komisi," ujarnya dalam keterangan resminya.
Seperti diketahui, Gregorius Ronald Tannur kini telah ditahan usai melakukan penganiayaan terhadap kekasihnya, Dini Sera Afrianti hingga tewas.
Baca Juga: Cak Imin Dikecam Buntut Sambangi Habib Rizieq: Dulu Gus Dur Dihina dan PKB Marah, Sekarang
Warganet yang melihat permintaan maaf Edward Munir pun menanggapi sinis.
"Beban orang tua emang," sindir dev******.
"Plus beban negara," sahut dti*****.
"Kelakuan bejat anakmu loh," timpal ano********.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati