Diwawancara terpisah, hasilnya bisa mirip yang disampaikan Asnawi Mangkualam.
Beberapa saat lalu, Asnawi Mangkualam, kapten Timnas Indonesia berbincang di podcast Sport77 Official yang tayang di YouTube. Pertanyaannya adalah: siapakah dari temannya sesama anggota Timnas Indonesia yang kelak mengikuti jejak Coach Shin Tae-yong?
"Siapa ya, rasanya tidak ada, karena mereka bodoh-bodoh semua," ungkap bek kanan yang berkarier pro di klub Jeonnam Dragons, Korea Selatan itu, penuh rasa sayang kepada rekan-rekannya setim.
Lantas saat ditanya kemungkinan Saddil Ramdani, salah satu sosok kocak di Timnas Indonesia, sontak Asnawi menyatakan, "Oh, tidak mungkin!"
Pertanyaan senada kini dilayangkan kepada Sandy Walsh, anggota Timnas Indonesia yang bermain pro di KV Mechelen, Belgia. Bunyinya: apakah ia bersedia menjadi pelatih kepala seperti Coach Shin Tae-yong?
"Waduh, tidak, saya mau chill out saja. Bersantai bila sudah tidak main bola lagi. Naik sepeda motor ke tepi pantai," jawab pemain bek kanan di podcast sama namun dalam kesempatan berbeda.
Menurut Sandy Walsh, sepak bola yang ia lakoni penuh dedikasi sudah dimulai sejak ia berusia lima tahun. Umur 16 bermain serius untuk klub nasional dan hingga kini, di usia 28 tahun.
"Rencana saya berkarier di Asia, meski tidak langsung menuju Indonesia. Bila di sini sudah lebih profesional di berbagai hal, penutupnya di usia sekira 40 tahun saya akan main di Indonesia," tandas kelahiran Bruxelles, Belgia, 14 Maret 1995 itu.
Saat didesak pilihan lain setelah gantung sepatu yang berhubungan dengan sepak bola selain menjadi pelatih kepala, pemilik akun Sandy Walsh's Official di kanal YouTube itu menyatakan satu kemungkinan.
"Jadi asisten pelatih masih mau. Karena tidak sendirian. Asisten pelatih biasanya ada tiga sampai empat orang. Kalau menjadi pelatih kepala sulit, apalagi bila salah ambil keputusan," tukas Sandy Walsh.
"Menjadi agen yang mencari-cari bakat pemain bola saya juga tidak mau. Inginnya itu tadi: santai, motoran, dan jalan-jalan ke pantai. Terus bikin podcast bersama kalian," ujarnya sembari tertawa renyah.
Berbincang soal Asnawi Mangkualam, Sandy Walsh menyatakan kapten Timnas Indonesia ini seru.
"Hubungan kami dekat, tidak sebatas ngobrol teknis, namun bercakap-cakap berbagai topik. He's a good guy and a good captain," ungkap penyuka gado-gado itu.
"Main bersamanya seru, utamanya saat ganti posisi. Seperti saat Timnas Indonesia bermain melawan Brunei Darussalam," papar Sandy Walsh yang ikut dalam dua leg preliminary Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia melawan Timnas Brunei dalam format home and away.
"Berganti posisi seperti ini bagus, sehingga lawan tidak paham bagaimana mengatasi kami," tutup Sandy Walsh dengan senyum hangat.
Baca Juga: Ada-ada Saja, Rafael Struick Ikut Masuk Daftar Caleg 2024 dengan Nama Parpol Curahan Hati?
Berita Terkait
-
Penuhi Syarat Membela 6 Negara, Bek Kanan Banderol Rp 26,07 M Ini Rela Menunggu 7 Tahun untuk Masuk Timnas Indonesia
-
Ada-ada Saja, Rafael Struick Ikut Masuk Daftar Caleg 2024 dengan Nama Parpol Curahan Hati?
-
Pembuktian Timnas Indonesia Bukan Jago Kandang, Misi di Basra Akan Berlangsung dengan 10 Pemain Menyusul
-
Tak Disangka, Inilah Kata Bahasa Indonesia Pertama yang Membuat Sandy Walsh Semangat Ikut Les di Belgia
-
Rafael Struick dan Shayne Pattynama Bicara Dalam Bahasa Jawa, Siapa yang Paling Bikin Salting?
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Harga Emas Antam Melonjak Lagi, Tembus Rp 2,8 Juta/Gram
-
Perang AS-Iran 'Libur', Kini Rudal Hipersonik Rusia Hantam Kyiv
-
Suku Bunga BI Naik, Cicilan Utang Jadi Lebih Mahal? Cek Simulasi Terbarunya
-
Akademisi Soroti Gaya Komunikasi Gubernur Kaltim Batasi Wawancara Isu Sensitif
-
Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Kota Kediri, Sediakan Sembako Murah Jelang Iduladha
-
Senin Pagi Mencekam di Klender: Tawuran Bersenjata Busur Panah Pecah di Tengah Jam Sibuk
-
Setelah Dijewer Dony Oskaria, PTPN Baru Bebaskan Kakek Mujiran
-
Lupa Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah pada Malam Hari, Bolehkah Diganti Siang Hari?
-
Ahli Ungkap Alasan Pemulihan Listrik Sumatra Tak Bisa Instan
-
Mentereng, Segini IPK Erina Gudono usai Lulus dari Universitas Pennsylvania