Para fans Fuji yang kerap mengikuti konten-kontennya pasti tahu kalau sang selebgram punya beberapa orang sahabat yang bukan berasal dari kalangan selebritis ataupun influencer.
Dalam sebuah konten di akun TikTok @february.gueen.0521, Fuji menyebut bahwa ada 3 orang sahabat dekatnya yang kerap menginap di rumahnya.
"Teman dekat aku yang selalu nginep di rumah aku ada 3, Nata, Susi, dan Anjani," kata Fuji.
Di antara ketiga sahabatnya itu, Nata lah yang sering tidak punya kegiatan, lantaran tidak kuliah ataupun kerja.
"Aku kerja, Susi kerja, Anjani tuh kuliah. Nata nggak, dia nggak ngapa-ngapain," kata Fuji menceritakan tentang ketiga sahabatnya.
Ingin temannya berkembang, Fuji pun mengajak Nata untuk mulai membuat konten.
"Jadi kayak 'ayo dong, Nat, ayo mulai-mulai'. Awalnya aku tegur-tegur, lama-lama aku kerasin. 'Lo mulai sekarang, Instagram lo harus buka privatnya, gemboknya harus lo buka. Lo harus ngonten'," cerita Fuji menirukan kata-katanya ke sang sahabat.
Selain mengunci Instagramnya, perempuan yang bernama lengkap Natalya Gaeldy itu juga hampir tak pernah membuat Instastory, kecuali me-repost kalau di-tag oleh Fuji.
"Akhirnya gue bilang gini, lo jangan ngeliat hasil doang, lo harus liat proses lo. Kan kita gak bisa ya dapat endorse langsung, kita harus jualan dulu," kata Fuji, menasehati sang sahabat.
Baca Juga: Diledek Pratama Arhan, Asnawi Mangkualam Belum Jadian dengan Fuji?
Akhirnya, Nata pun mulai aktif membuat konten sendiri hingga endorse pun datang kepadanya.
"Dan bener akhirnya dapat endorse-san. Dia nanya, ini kasih harganya berapa ya, ini invoice tuh apa ya, kalau pakai link itu bayar nggak ya, ini kalau orang ngajak ini tuh dia ngajakin barter atau bayar ya?" cerita Fuji dengan bangga.
Apa yang dialami Fuji bersama sahabat-sahabatnya itu pun dipuji sebagai pertemanan yang sehat. Fuji tak ingin sukses sendirian, tapi juga dengan tulus membantu orang-orang di sekitarnya supaya sukses bareng bersamanya.
"Salut sama Fuji, walau udah jadi orang terkenal, gak lupa sama temennya, malah ngajak sukses bareng. Nih anak tulus banget," komentar salah satu warganet.
"10-20 tahun ke depan, Uti bakalan sesukses Raffi Ahmad, karena punya sifat yang sama kayak Raffi Ahmad, ngajak temennya sukses bareng. Orang kayak gini jarang," kata yang lain.
"Dari Fuji gue sadar, ternyata masih ada kok teman yang tulus," timpal warganet lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Tekel Brutal Enzo Fernandez Lolos Kartu Merah, Wasit Ismail Elfath Dikecam
-
Kapan Zinedine Zidane Diumumkan sebagai Pelatih Baru Prancis?
-
Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Rumah Lamine Yamal Nyaris Dibobol Rampok
-
Prancis Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026, Michael Olise Dihujani Kritik Pedas
-
Messi Anak Emas FIFA! Petisi Coret Argentina dari Piala Dunia Tembus 10 Juta Tanda Tangan
-
Susunan Pemain Argentina vs Inggris: Tuchel dan Scaloni Bikin Kejutan di Starting XI
-
The Beatles Warnai Rivalitas Argentina vs Inggris: Dominasi Tangga Lagu hingga Skandal Band Palsu
-
Kursi Botol Berterbangan, Suporter Argentina Bakul Pukul Jelang Lawan Inggris
-
10 Trik Kotor Kiper Argentina Emiliano Martinez Bikin Publik Inggris Ketar-ketir
-
Makna Tersembunyi Jersey Argentina Lawan Inggris: Warisan Budaya hingga Memori 1986