Bripka Ricky Rizal mengaku dikasih uang Rp 500 juta dari Ferdy Sambo. Uang itu dipikirnya sebagai bagian dari 'tutup mulut' agar tidak menceritakan bahwa Sambo ikut menembak Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat saat kejadian pada 8 Juli 2022 di rumah dinas di Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Hal itu disampaikan Ricky menjawab pertanyaan hakim terkait peristiwa 10 Juli 2022 atau pasca pembunuhan Yosua. Ricky menjadi saksi dalam sidang dengan terdakwa Bharada E atau Richard Eliezer dan Kuat Maruf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (5/12/2022).
Ricky menceritakan, pada tanggal 10 Juli 2022 malam, dirinya lalu Bharada E dan Kuat dipanggil oleh Ferdy Sambo untuk menghadap di rumah Duren Tiga.
Saat itu, kata Ricky, Ferdy Sambo memberikan uang dalam amplop kepada dirinya sebesar Rp 500 juta sebagai ucapan terima kasih karena telah mengantarkan Putri Candrawathi dari Magelang, Jawa Tengah, ke Jakarta dengan selamat.
"Terus kalian saya anggap eperti anak saya sendiri. Gimana pemeriksaan, masih menyampaikan sesuai skenario apa enggak, gitu yang mulia," jawab Ricky menirukan ucapan Ferdy Sambo kepada mereka bertiga.
"Terima kasihnya berupa apa?" tanya hakim.
"Pertamanya berterima kasih karena telah mengantar ibu. Terus disampaikan gimana pemeriksaan, masih sesuai skenario atau enggak? Ini untuk bantu Richard, menolong Richard. Ini ada amplop untuk kalian," jawabnya.
"Uangnya berapa?" hakim kembali bertanya.
"Kalau tidak salah untuk Richard Rp 1 miliar. Untuk Ricky dan Kuat Rp 500 juta," tutur Ricky Rizal.
Hakim juga menanyakan perihal handphone yang diberikan Putri Candrawathi kepada mereka bertiga. Handphone itu dikasih lantaran telepon seluler mereka disita oleh penyidik.
"Seingat saya disampaikan ini ada iPhone untuk kalian. Karena HP kalian kan akan disita," ujar Ricky Rizal menirukan pernyataan Putri Candrawathi kepada dirinya, Bharada E dan Kuat Maruf.
Hakim lantas mencecar terkait maksud Ferdy Sambo memberikan uang yang begitu banyak kepada mereka bertiga.
Ricky Rizal menyebut, dirinya berpikiran bahwa uang itu untuk tutup mulut agar tidak menceritakan bahwa Ferdy Sambo ikut menembak Yosua.
"Ini kan uang Rp 500 juta (untuk Ricky), si Richard Rp 1 miliar, Kuat Rp 500 juta. Saudara tahu maksudnya untuk apa itu?" tanya hakim.
"Waktu itu tidak dijelaskan (Ferdy Sambo) sebagai apa gitu. Saya hanya berpikiran, setelah keluar dari situ, ini untuk tidak menceritakan pada saat penembakan itu ada bapak (Ferdy Sambo--red)," ujar Ricky Rizal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Asisten Raffi Ahmad Duduk di Kursi Komisaris Krakatau Posco, Siapa Mufli Budi Ananda?
-
Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki
-
Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu
-
Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari
-
Bielsa Ngamuk Usai Uruguay Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Maki-maki Diri Sendiri
-
Jalan Argentina ke Final Piala Dunia 2026 Terbuka Lebar: Lawan Terpetakan, Ujian Berat Menanti
-
Video Pemain Hampir Baku Pukul di Sesi Latihan, Pelatih Panama: Itu Normal
-
Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta
-
Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta
-
5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!