Suara.com - Presiden Joko Widodo mengundang ekonom senior yang terkenal kritis kepada pemerintah, Rizal Ramli untuk menghadiri pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono. Namun Rizal Ramli secara blak-blakan menyatakan tidak menghadiri pernikahan putra bungsu Jokowi tersebut.
Ketidakhadiran disampaikan sendiri oleh mantan Menko Kemaritiman periode pertama Jokowi itu di akun twitter pribadinya yang mengundang berbagai komentar warganet.
Mengenai ketidakhadiran Rizal Ramli, Ekonom Didik J Rachbini mengaku akan menghadiri undangan yang datang kepadanya.
“Saya berniat hadir untuk menghormati yang mengundang, dalam hal ini Presiden RI dan Ibu,” kata Didik dalam keterangan persnya dilansir dari Wartaekonomi.co.id--jaringan Suara.com, Senin (5/12/22).
Didik menuturkan, kedatangannya untuk menghormati niat baik presiden Jokowi mengundang ekonom dan tokoh-tokoh di luar pemerintahan. Selain itu Jokowi juga hadir empat kali memenuhi undangannya dan Indef yang setiap tahun sejak tahun 2016 sampai 2022 selalu mengadakan sarasehan atau pertemuan forum 100 ekonom.
“Presiden tidak pernah absen menghadiri undangan yang saya kirim dan saya tanda tangani langsung untuk hadir dalam sarasehan 100 ekonom tersebut,” ungkapnya.
Didik yang mengklaim kritis juga pada pemerintahan mengungkapkan kekritisan merupakan tanggung jawab sebagai seorang ekonom.
Ia bahkan mengklaim lebih kritis lagi dan banyak tokoh lain karena proses demokrasi check and balance tidak berjalan dan DPR 'banci' setelah 82 persen fraksi bergabung di pemerintahan.
“Jadi, hubungan sosial kemanusiaan dan sikap kritis sangat bisa dibedakan dan tidak perlu dicampuraduk. Saya merasa wajib memenuhui undangan karena merupakan niat baik menjalin hubungan sosial sebagaimana biasanya," tuturnya.
Baca Juga: Bakal Digelar di Akhir Pekan Ini, Intip 4 Menteri yang Sibuk Urus Acara Pernikahan Kaesang dan Erina
Lanjut Didik, tidak hanya menghadiri undangan para ekonom, Presiden Jokowi juga mengundang 20 ekonom (4 ekonom dari Indef) ke Istana pada Agustus lalu.
“Saya mendapat undangan itu hanya 10 jam sebelumnya. Saya baru tiba 3 jam di Yogya, kembali ke Jakarta lagi untuk menghadiri pertemuan tersebut. Tetapi karena PCR terbit 2 jam terlambat, saya keluar dari parkir istana pulang ke rumah,” ungkapnya.
“Jadi, tanggal 11 Desember nanti saya hadir memenuhi undangan Presiden Jokowi dan Ibu. Saya mendoakan agar acara tersebut lancar dan kedua mempelai nanti akan menjadi suami isteri yang mendapat limpahan karunia Allah swt, serta mendapat keturunan yang soleh dan soleha,” tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Menilik Strategi Kementerian PU Amankan Jalur Utama Jakarta Menuju Selatan Jawa Demi Mudik Lancar
-
Tim Yaqut Minta Penundaan Pemeriksaan, KPK Belum Terima Surat
-
Investigasi Militer Amerika Akui Kesalahan Fatal: Rudal Tomahawk Hantam Sekolah di Iran
-
15 Pakar Hukum Tegaskan Perkara Pertamina Murni Hubungan Bisnis, Bukan Tindak Pidana Korupsi
-
Rismon Ikut Jejak Eggi Sudjana Ajukan RJ di Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo Tak Mundur 0,1 Persen!
-
Instruksi Siaga 1 TNI Dinilai Wajar, Slamet Ginting: Bukan Persiapan Perang
-
DPR Mulai Proses 3 Surpres: RUU Perlindungan Saksi, Keamanan Siber, hingga CEPA Kanada
-
Pemerintah Terbitkan Pedoman AI untuk Pendidikan, Siswa SD-SMA Dilarang Pakai ChatGPT
-
Pemerintah Terbitkan SKB 7 Menteri soal Penggunaan AI di Pendidikan, Atur Batasan Berdasarkan Usia
-
Harga Energi Global Terus Dipantau, Pemerintah Siapkan Langkah Mitigasi APBN Tetap Terkendali