/
Selasa, 06 Desember 2022 | 20:08 WIB
Rocky Gerung (Suara.com)

Rocky Gerung buka suara terkait pilihan resign yang diambil Michael Victor Sianipar dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan alasan partai itu sudah berubah dari awal pendirian.

“Saya kira itu contoh yang bagus bahwa seseorang bisa aja di awal memuji-muji dan tahu semua harapan pada seseorang yang kemudian berbalik bahwa itu harapannya gagal maka dia (Michael) memang betul dia keluar aja dari situ (PSI) kan,” kata Rocky Gerung, Selasa (06/12/22) dikutip dari Wartaekonomi.co.id.

Ia memaparkan, dirinya pernah memaparkan apa arti dari solidaritas. 

"Saya lihat kok teman-teman PSI itu pintar-pintar ya dan berakal semua itu karena kita bicara tentang bangsa dari anak muda, maka seluruh teori ditaruh di situ,” tambah dia.

Namun kata Rocky Gerung, dirinya kemudian mencium perubahan di tubuh PSI. Bukan perubahan ke arah lebih baik, namun ia melihat PSI justru malah jadi oportunis.

“Tapi kemudian saya anggap loh ini kok mulai jadi permainan uang aja. Harapan terhadap PSI itu harapan ideologis tapi ternyata PSI jadi oportunis, jadi pragmatis melakukan kampanye diam-diam yang disponsori oleh agenda-agenda pembelahan,” jelasnya. 

Banyaknya pentolan yang keluar dari PSI kata Rocky Gerung juga berdampak pada hal lain. Ia mengatakan banyak anak muda akhirnya juga benci pada politik karena melihat PSI-nya seperti itu.

“Jadi ini sinyal yang mau diperbaiki tapi nggak perlu. Kenapa saya bilang gak perlu diperbaiki? karena memang sejarah harus ada bukti bahwa ada pembusukan, ada barang busuk ada pengkhianat macam-macam, jadi biarkan sejarah itu tumbuh apa adanya,” kata dia.

Baca Juga: 5 Potret Jung Hae In di Connect, Pesonanya Langsung Jadi Perhatian

Load More