/
Kamis, 08 Desember 2022 | 19:32 WIB
Ketua Majelis Hakim Iman Wahyu Santoso mencecar Ferdy Sambo terkait penembakan Yosua di PN Jaksel, Rabu (7/12/2022). ([Tangkapan Layar])

Ketua Majelis Hakim Iman Wahyu Santoso mencecar Ferdy Sambo terkait penembakan yang menewaskan Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J).

Berdasarkan hasil autopsi sementara jenazah Yosua, tercatat ada tujuh tembakan masuk yang bersarang di tubuh almarhum.

Hakim juga menyinggung soal hasil uji poligraf atau lie detector yang menyebut Ferdy Sambo tidak jujur soal menembak Yosua.

Hal itu disampaikan hakim dalam persidangan dengan terdakwa Bharada E (Richard Eliezer), Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf, Rabu (7/12/2022).

"Tadi pertanyaan terakhir jaksa saudara merasa bahwa saudara di-framing seolah tidak jujur hasil poligraf, ya kalau saudara memang pengen jujur, saya pengen tanya pertanyaan terakhir dari saya. Berapa kali Richard menembak?" tanya hakim.

"Setelah kejadian baru saya tahu lima kali," jawab Ferdy Sambo yang menjadi saksi dalam persidangan tersebut.

"Menurut yang saudara lihat, kan saudara di sebelahnya," ujar hakim.

"Saya sudah sampaikan kejadian begitu cepat," tutur Ferdy Sambo.

"Saudara ikut nembak gak?" cecar hakim.

Baca Juga: Putri Candrawathi Marah pada Ferdy Sambo karena Ceritakan Dugaan Pelecehan di Magelang

"Saya sudah jawab diawal saya tidak ikut nembak," ujar Ferdy Sambo.

Ketua Majelis Hakim kemudian menyinggung hasil autopsi sementara Yosua, di mana disebutkan terdapat tujuh tembakan masuk di tubuh korban dan enam luka tembak keluar.

"Kalau saudara katakan lima, terus yang dua siapa yang nembak," tanya hakim.

"Saya tidak tahu," jawab Ferdy Sambo.

"Apakah ada orang lain yang nembak?" ujar hakim.

"Saya tidak tahu," kata Ferdy Sambo.

Load More