/
Jum'at, 16 Desember 2022 | 15:20 WIB
Ilustrasi sayur lodeh. ([Shutterstock])

Teka-teki siapa pemilik potongan jari yang ditemukan di lauk tahu sayur lodeh di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih menjadi misteri.

Kekinian potongan jari manusia itu dibawa ke Jakarta untuk dilakukan uji forensik dari RS Bhayangkara Titus Uly Kupang.

"Barang bukti (potongan jari) sudah dikirim ke RSB Kupang (karena) mau dibawa ke Labfor (Laboratorium Forensik) Jakarta," kata Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim Polres Belu, Ipda Beggie Ferlando Pratama, Jumat (16/12/2022).

Beggie menambahkan, penyidik masih terus mendalami kasus penemuan potongan jari di sayur lodeh. Polisi telah meminta keterangan dari sejumlah pihak dan mengumpulkan bukti lainnya.

"Sudah ada empat orang saksi yang kita mintai keterangannya," ujarnya, dikutip dari Digtara.com--jejaring Suara.com.

Pada hari ini, penyidik juga kembali menjadwalkan pemeriksaan para saksi. Namun belum ada pihak yang dibidik sebagai pihak yang paling bertanggung jawab.

"Masih kita dalami," pungkasnya.

Sebelumnya, warga Kabupaten Belu dihebohkan dengan penemuan potongan jari manusia di sayur lodeh, Kamis (8/12/2022) siang. Potongan jari itu ditemukan warga Dusun Lamasi, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur.

Kapolsek Tasifeto Timur, Ipda Mahrim yang dikonfirmasi membenarkan kejadian ini. Kasus ini sudah dilaporkan ke Polsek Tasifeto Timur oleh Petrus Watu (30), warga Dusun Umafatik, Desa Haitimuk, Kecamatan Weliman, Kabupaten Belu.

Baca Juga: Geger, Potongan Jari Manusia Ditemukan di Sayur Lodeh, Polisi Uji Forensik

Awalnya, Petrus menyebutkan Dion Klau, warga Dusun Umafatik dan Isto Foa, warga Dusun membeli lauk sayur lodeh tahu di warung makan Albarka milik Yanti Kumala Dewi di Dusun Baulenu, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu.

Sayur lodeh tahu dibeli untuk lauk makan siang. Selanjutnya Dion dan Isto membawa pulang lauk tersebut. Setelah Dion dan Isto selesai makan, mereka menyisakan sedikit untuk Petrus.

Saat Petrus membelah isi lauk tahu di sayur lodeh, ia kaget karena melihat sepotong daging ujung jari kuku manusia terlihat di dalam isi tahu.

Mengetahui hal tersebut, Petrus pun memberitahukan pada Dion dan Isto kemudian dilaporkan ke polisi. Mereka juga membawa barang bukti sisa sayur lodeh tahu dan potongan jari manusia.

Aparat Polsek Tasifeto Timur kemudian mendatangi lokasi kejadian dan mempertemukan kedua belah pihak. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi terkait laporan kasus ini.

"Kita masih dalami kasusnya. Kasusnya sudah dilaporkan ke Polsek,” ujar Kapolsek Tasifeto Timur, Ipda Mahrim.

Load More