Alprih Priyono Eks Asisten Panji Petualang dikabarkan meninggal dunia usai digigit ular King Kobra, Minggu (18/12/2022).
Sebelum Alprih Priyono meninggal, ia sempat muntah muntah setelah dipatuk bayi King Kobra di bagian jari telunjuk kanan.
Alprih saat itu langsung dilarikan ke RSUD Syamsudin. Meski sempat membaik, pria 26 tahun itu dinyatakan meninggal dunia pukul 23.50 WIB.
Berkaca pada peristiwa tersebut, muncul pertanyaan sebenarnya seberapa bahaya gigitan ular King Kobra? Mari langsung saja simak penjelasan bahaya gigitan ular King Kobra berikut ini.
Pertolongan Pertama Atasi Gigitan King Cobra
Untuk pertolongan pertama atasi gigitan King Kobra cara paling ampuhnya dilakukan dengan pemberian antivenom. Meski demikian, penawar racun ini cukup mahal dan hanya ada di tempat-tempat tertentu.
Sambil menunggu pengobatan medis, korban disarankan untuk melakukan pertolongan pertama gigitan ular King Kobra untuk mencegah penyebaran racun ke seluruh tubuh.
Adapun, pertolongan pertama saat digigit King Cobra yakni dengan dilakukan pembebatan, istirahat dan merebahkan tubuh di tempat yang nyaman.
Usahakan juga korban jangan sering-sering bergerak. Bahkan jika memungkinkan, biarkan anggota tubuh yang tergigit diistirahatkan dengan posisi lebih rendah dari organ hati.
Baca Juga: Ahli Psikologi Forensik: Tipe Kepribadian Ferdy Sambo Individu yang Kurang Percaya Diri
Setelah itu, segera bungkus area sekitar tungkai yang digigit mulai dari lokasi gigitan dan pangkal dari gigitan tersebut.
Pastikan juga perban telah diikat kencang dan menutupi pangkal dari gigitan. Jangan lepaskan perban sampai korban gigitan ular sampai di rumah sakit dan mendapat anti bisa ular.
Bahaya Bisa King Kobra
Perlu diketahui, racun King Kobra sebenarnya bukan merupakan racun yang paling mematikan di antara ular berbisa. Namun, gigitan ular Kobra punya potensi fatal terlebih jika tak diobati dengan benar.
Menilik penelitian Universitas Michigan, manusia bisa berhenti bernapas dalam waktu 30 menit setelah digigit King Kobra. Hal tersebut disebabkan bisa King Kobra mengandung sejumlah komponen yang memiliki efek kardiotoksik.
Beberapa komponen itu yakni, sitotoksin dan neurotoksin, termasuk alfa-neurotoksin. Sementara, untuk jumlah racun yang dikeluarkan dalam satu gigitan mencapai dua persepuluh ons cairan alias bisa yang cukup untuk membunuh seekor gajah.
Sara Viernum selaku Ahli Herpetologi memaparkan racun neurotoksin yang dikeluarkan ular kobra dapat menyerang sistem saraf dengan gejala beragam.
"Gejala dari gigitan kobra mencakup masalah penglihatan, kesulitan menelan, berbicara, kelemahan otot rangka, kesulitan napas, gagal napas, muntah, sakit perut, nekrosis dan antikoagulasi," ungkapnya dikutip dari Live Science.
Sedangkan kandungan sitotiksik dari bisa ular King Cobra dapat menyerang jaringan tubuh yang menyebabkan rasa sakit parah, pembengkakan hingga kematian sel-sel. Bahkan bila terkena mata, racun ular King Cobra dapat menyebabkan kebutaan.
Tag
Berita Terkait
-
Waspada! 4 Hal yang Membuat Ular Menyerang Kita
-
Ular King Kobra Sepanjang 4,5 Meter Patuk Tuannya di Trenggalek Hingga Tewas
-
5 Tahun Pelihara 2 King Kobra, Pawang Ular Ini Tewas Dipatuk Saat Beri Makan di Kandang
-
Digigit Ular saat Cari Pakan Ternak, Salim Gigit Balik Kobra hingga Mati
-
Seorang Pria Tewas Digigit Ular di Sergai
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim