/
Sabtu, 24 Desember 2022 | 18:07 WIB
Presiden Jokowi. ((Biro Setpres))

Isu reshuffle kabinet atau perombakan menteri kekinian berhembus kencang. Kode itu pun telah dihembuskan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Politisi PKB Luqman Hakim mengatakan dirinya telah mendengar dan melihat kode reshuffle kabinet yang simbolik dilakukan Jokowi.

Lantas siapa menteri yang bakal terdepak dari kabinet?

Terkait ini, Luqman menyebut tak ada yang tahu selain Tuhan dan Jokowi sendiri. Selebihnya, orang-orang di luaran hanya mendengar isu reshuffle kabinet seperti dirinya.

"Kapan dan siapa yang terkena reshuffle? Tentu hanya Tuhan dan Presiden Jokowi sendiri yang paling tahu. Selain Tuhan dan Presiden, paling-paling sebatas mendengar rumor dan isu," tuturnya.

"Seperti saya dengar isu bahwa akan 'cukup banyak' menteri yang diganti pada reshuffle yang akan datang. Itu contoh isu terkait reshuffle," sambungnya.

Luqman mengungkapkan, reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif presiden. Tentu memiliki pertimbangan terkait untuk peningkatan kinerja pemerintahan. 

"Saya percaya, jika Presiden Jokowi akan melakukan reshuffle kabinet, pertimbangan utamanya tentu peningkatan kinerja kabinet, bukan lainnya," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi buka suara terkait perombakan kabinet atau reshuffle. Ia tidak menutupi adanya kemungkinan bakal kembali merombak Kabinet Indonesia Maju. 

Baca Juga: Jokowi Beri Sinyal Reshuffle, Pengamat: Partai yang Kadernya Terdepak Bakal Jadi Oposisi Jelang Pemilu 2024

"Mungkin," kata Jokowi di Bendungan Sukamahi, Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/12).

Kendati begitu, Jokowi enggan membocorkan kapan dirinya akan merombak jajaran menteri. 

"Ya, nanti," ungkapnya.

Sementara itu, hasil survei Charta Politika, sebanyak 61,8 persen responden setuju apabila Presiden Jokowi melakukan reshuffle di Kabinet Indonesia Maju. 

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya sempat heran karena meskipun kepuasan masyarakat terhadap kinerja menteri tinggi, mereka menginginkan adanya reshuffle.

"Ini yang menurut saya menjadi catatan dan tidak mengherankan kalau kemudian kita tanyakan terkait dengan persetujuan tentang adanya reshuffle walaupun kebanyakan responden kita menyatakan lebih banyak puas, tapi mereka juga setuju ketika ditanyakan terkait rencana ada reshuffle. Ada angka 61,8 persen menyatakan setuju," kata Yunarto.

Load More