Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil langusung bereaksi ketika mendengar warga di Bogor tolak jemaat gereja gelar ibadah Natal di Rumah.
Informasi itu didapat dari unggahan instagram @permadiaktivis2. Ridwan Kamil mengatakan bahwa Polres Bogor sudah melakukan respon langsung adanya umat Kristen dilarang gelar ibadah Natal di rumah.
Mantan Wali Kota Bandung ini mengatakan, bahwa peribadatan berlangsung dengan lancar sampai akhir dengan adanya pengawalan dari pihak kecamatan dan kepolisian.
"Dinamika terjadi karena pihak tuan rumah sempat membuat perjanjian untuk tidak membawa tamu-tamu dari luar yang terlalu banyak," kata RK.
"Mediasi dan edukasi di komunikasikan dengan pihak dan masyarakat terkait agar hak ibadah bisa berjalan tapi tetap kondusif, dan lain-lain nanti saya pantau berkala," sambung Ridwan Kamil.
Sebelumnya viral di media sosial yang memperlihatkan sejumlah orang melakukan larangan kepada umat Kristen, untuk melakukan ibadah Natal di rumah mendapatkan sorotan dari Abu Janda atau Permadi Arya.
Peristiwa warga larang ibadah Natal di rumah bagi umat Kristen tersebut terjadi di wilayah Cilebut, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Dia mempertanyakan, apakan di Negara Indonesia ini cuma orang Islam yang boleh beribadah di Rumah.
"Apa di negara ini cuma orang islam yang boleh ibadah di rumah, orang kristen tidak boleh? begitu parah kristenphobia sampai persekusi ibadah natal jadi agenda rutin tahunan," tulisnya, dikutip pada unggahan di Instagram @permadiaktivis2.
"Infonya di desa cilebut kab. bogor, info dari @lovers_polri. hapunten kang walikota @bimaaryasugiarto meuni karunya kang, mugi tiasa dibantu akun bupati bogor ibu ade yasin na teu tiasa dimention," sambung dirinya.
Untuk informasi, sejumlah warga beragama Kristen dilarang melaksanakan ibadah perayaan Natal di rumahnya sendiri, di Desa Cilebut Barat, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, pada Minggu 25 Desember 2022. Mengenai adanya kejadian tersebut, Pemerintah Kecamatan Sukaraja, angkat bicara.
Camat Sukaraja Ria Marlisa mengatakan, hal tersebut disebabkan adanya mis komunikasi antar warga yang hendak beribadah. Namun, kata Ria pelaksanaan ibadah di wilayah tersebut, tetap terlaksana.
“Itu kan memang kemarin pagi ada mis komunikasi, tetapi pada penjelasanya pelaksanaan ibadah itu tetap terlaksana di lokasi dan tidak ada pelarangan sampai yang viral itu, pelaksanaan ibadah tetap terlaksana kami pun ada di lokasi,” kata Ria.
Kemudian kata Ria, pihaknya telah melakukan mediasi dengan warga dan memang di rumah ibadah tersebut belum mengantongi izin melaksanakan ibadah perayaan Natal.
“Nah memang di pagi itu mereka ada mis komunikasi antar warga, tetapi tetap berjalan kegiatanya, dalam upaya ini kami juga sudah memediasi bahkan pelaksanaan ibadah seperti yang diketahui bersama untuk menjadi rumah ibadah itu belum ada izinya, dan di sana warga kami disana haya tiga orang,” jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Anak Darren Fletcher Disanksi Berat Buntut Ucapan Homofobik, FA: Itu Tak Bisa Diterima!
-
Jadwal Imsakiyah Ramadan di Samarinda, Kamis 5 Maret 2026
-
Ragnarok Origin Classic Umumkan Turnamen Perdana, Total Hadiah Rp 16,8 Miliar
-
Tanah Air Porak Poranda, Sara Didar Tahan Tangis Demi Asa Timnas Putri Iran di Piala Asia
-
Lima Kabupaten di Riau Resmi Tetapkan Status Siaga Karhutla
-
Menuju Indonesia Digital, Akses Internet Cepat Menjadi Fondasi Utama
-
Ray Rangkuti Khawatir Kemunculan Sjafrie Sjamsoeddin di Bursa Pilpres Mirip SBY 2004
-
Polres Bogor Tahan Agen Pengantin Pesanan, Inisial IS Resmi Jadi Tersangka TPPO
-
AHY Ungkap Pesan Khusus SBY ke Prabowo saat Pertemuan 3,5 Jam di Istana
-
Perusahaan di Kepri yang Telat Bayar THR Bakal Didenda Lima Persen