Gempa Cianjur, Provinsi Jawa Barat berkekuatan magnitudo 2,9 terjadi Minggu (1/1/2023) sore sekira puku 17.52 WIB.
Informasi gempa Cianjur tersebut diketahui melalui akun Twitter resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), @infoBMKG.
Gempa Ciajur sore ini ternyata terasa hingga Cugenang dan Cipanas. Hal tersebut terungkap dari respon netizen mengomentari cuitan @infoBMKG.
Untuk lokasi gempa sendiri berada di 6.79 Lingkar Selatan, 107.08 Bujur Timur atau tepatnya 7 Kilometer barat laut Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
"Kerasa pisan kenceng tapi bentar," tulis @Jeafleex.
"Kerasa bgt ngerasain gempa di Cianjur (emoji menangis)," kata @mutaharan.
"Kecamatan cugenang sangat terasa," ungkap @hendralsmn_
"Kerasa di cipanas ,lagi duduk sama bocil2 kaget," timpal @wulansajah.
"Cugenang kerasa nih, gatau pusatnya," ujar @juplebadri.
Baca Juga: Cianjur Kembali Diguncang Gempa Magnitudo 2,9 Jelang Salat Magrib
Korban Gempa Cianjur
Sebanyak 600 orang korban meninggal dunia akibat gempa Cianjur, Jawa Barat mendapatkan uang duka dari pemerintah pusat.
Kabar tersebut disampaikan Bupati Cianjur, Herman Suherman. Dia mengatakan jumlah korban meninggal yang sebelumnya tercatat secara resmi memang sebanyak 335 orang.
Namun setelah dilakukan pendataan ulang dari masing-masing desa terdampak ditemukan dua ratusan lebih tidak terdata.
"Sebagian besar korban yang tidak terdata karena langsung dimakamkan pihak keluarga tanpa mengurus surat kematian karena berbagai hal termasuk kantor desa yang rusak berat dan tidak ada staf yang bertugas. Kami akan mengajukan uang duka ke pemerintah pusat yang nantinya akan diterima ahli waris " katanya.
Setelah dilakukan pendataan ulang dari masing-masing desa sesuai nama dan alamat, total korban meninggal dunia akibat gempa Cianjur, bertambah menjadi 600 orang dan delapan orang masih dalam pencarian, korban meninggal paling banyak di Kecamatan Cugenang.
Camat Cugenang Kokom Komariah, mengatakan sejak hari pertama hingga satu pekan setelah gempa yang meluluhlantahkan sebagian besar desa di Cugenang, menyebabkan banyak korban yang tidak masuk dalam data karena pihak keluarga langsung melakukan pemakaman tanpa melapor ke aparat setempat.
"Sebagian besar yang tinggal di pelosok memilih langsung memakamkan anggota keluarganya yang meninggal, sehingga saat dilakukan pendataan pada hari ke empat saja sudah terdata 200 orang korban meninggal," katanya.
Berita Terkait
-
Cianjur Kembali Diguncang Gempa Magnitudo 2,9 Jelang Salat Magrib
-
BREAKING NEWS! Gempa Darat Pertama di 2023 Guncang Cianjur, Warga: Kerasa Banget
-
BMKG Klaim Operasi TMC Sukses Cegah Cuaca Esktrem di Jabodetabek dan Jawa Barat
-
Awal Tahun 2023, Cianjur Kembali Diguncang Gempa Bumi
-
Jalur Puncak-Cianjur Ditutup Jelang Tahun Baru 2023
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026