/
Rabu, 11 Januari 2023 | 18:49 WIB
Ketua DPC PDIP Kota Solo FX Hadi Rudyatmo atau FX Rudy di DPP PDIP. ([ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat])

Ketua DPC PDIP Kota Solo FX Hadi Rudyatmo atau FX Rudy angkat bicara terkait julukan preman dari Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri.

Diketahui, julukan preman untuk FX Rudy ini disampaikan saat Megawati berpidato dalam peringatan HUT PDIP ke-50 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (10/1/2023) kemarin.

Terkait ini, FX Rudy mengatakan bahwa ketum partai moncong putih itu memang lebih suka pada sosok dirinya yang selain memiliki loyalitas namun juga militansi.

"Ibu (Megawati) selalu menyampaikan, aku lebih seneng Rudy dijuluki sebagai preman tapi punya militansi di situ daripada punya loyalitas. Karena kalau militan itu pasti loyal tapi kalau loyal belum tentu militan," katanya dikutip dari wartaekonomi.co.id--jejaring Suara.com--Rabu (11/1/2023).

FX Rudy menjelaskan bahwa julukan tersebut karena kiprahnya sejak mendampingi Megawati tahun 1986.

"(Julukan preman) itu berangkat dari saya mendampingi beliau dari 86 sampai jadi ketua umum saya tetap konsisten," terangnya.

FX Rudy menyebut bahwa preman sendiri dari pandangan Megawati memiliki arti sosok orang yang pemberani.

Ia menceritakan bahwa sosok tersebut kemungkinan ditangkap Megawati ketika Rudy memperjuangkan formatur tunggal di Solo saat kongres pertama PDIP Oktober 1998 lalu.

"Setiap kali pergerakan beliau karena orang berani dianggap preman, pokoknya kalau suka berantem itu preman kan begitu, ya di sana kalau ada yang ngerecokin ibu saya yang ngadepin dan sebagainya, diajak berantem tinggal berani atau tidak," terangnya.

Baca Juga: Megawati Roasting Presiden Jokowi: Kalau Enggak Ada PDIP Kasihan...

Menurut FX Rudy, julukan preman yang diingat oleh Megawati tersebut karena beberapa peristiwa yang sudah dialami hingga kini. Kendati demikian, Rudy tidak menampik bahwa ia memang suka berantem.

"Ya kalau ibu Mega menyampaikan saya itu beliau selalu mengingat peristiwa perjalanan sampai hari ini saya dianggap memang suka berantem, memang iya. Tapi saya tidak pernah merugikan orang lain, artinya tapi saya tidak pernah memalak, mencuri, mencopet. Berkelahi dengan tentara dan polisi jaman dulu itu sering digebukin dan melawan itulah yang selalu diingat oleh ketua umum," terangnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.

Load More