Lagi dan lagi, nampaknya mantan Menko Maritim, Rizal Ramli tidak ada bosan-bosannya melakukan kritik kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
Bahkan, baru-baru ini Rizal Ramli menyebut, bahwa selama Jokowi menjabat sebagai Presiden, anggaran negara sangat boros sekali dan masuk kategori 'Pemborosan Anggaran Sepanjang Sejarah RI'
Rizal Ramli juga menyatakan bahwa Jokowi adalah presiden yang paling boros dalam mengeluarkan uang dalam sejarah Republik Indonesia dan perlu diperiksa kembali karena pasti banyak ketidakberesan.
Ia juga menyatakan bahwa Jokowi dan para pejabatnya boros, sehingga pegawai negeri pun ikut-ikutan.
“Menteri Keuangan mengeluh, tahun lalu pegawai negeri menghabiskan biaya perjalan 39 triliun, ya kebuai atuh. Jangan menyalakan PNS, kasih contoh dulu. Anggaran perjalan itu yang pemborosan, jadi PNS ikutan," katanya, mengutip dari Bogordalily -jaringan Suara.com, Jumat (13/1/2023).
Ia juga menyatakan bahwa pemerintah selalu memanjakan oligarki dan tidak berani mengenakan pajak tambahan kepada orang-orang kaya yang mendapatkan keuntungan dadakan.
“Kemudian jika persoalan undang-undang diadukan ke DPR, dan ternyata tidak puas dari DPR maka silahkan saja datang ke MK. Ini negara hukum apa negara sirkus. Ini negara modern apa negara kerajaan,” ujar Rizal.
Ia juga menyatakan bahwa pemerintah lebih memilih untuk menaikkan pajak bagi rakyat dan menaikkan harga barang-barang sehari-hari.
Rizal juga mengungkapkan bahwa saat ini ada orang paling kaya di Indonesia itu orang bernama Low Tuck Kwong. Dia ini pengusaha batubara, harga batubara naik dari 60 dollar ke 400 dollar/ ton.
Baca Juga: Jika Mau, Jokowi Bisa Percepat Deklarasi Bersama Pencapresan Anies Baswedan dan Wakilnya
“Tapi pemerintah kita ini sangat memanjakan oligarki. Pemerintah ini tidak berani menyentuh keuntungan dadakan ini. Andai saja dikenai pajak 40 %, berarti uang pajak 60 T bisa masuk ke negara,"
Tapi pemerintah hanya berani menaikkan pajak terhadap rakyat, menaikkan PPN, kenaikan Iuran BOJS , BBM, listrik, gas, bahkan rakyat yang mau beli rokok ketengan aja ga boleh. Ini sangat keterlaluan,” tukasnya.
Berita Terkait
-
Jika Mau, Jokowi Bisa Percepat Deklarasi Bersama Pencapresan Anies Baswedan dan Wakilnya
-
Survei SMRC: 20 Persen Pemilih Jokowi-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019 Bergeser ke Anies Baswedan
-
Publik Kecewa Tragedi Kanjuruhan dan Pembantaian KM 50 Tak Masuk dalam Kasus Pelanggaran HAM Berat yang Diumumkan Presiden Jokowi
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Game The Lord of the Rings Baru dalam Pengembangan, Dua Studio Raksasa Terlibat
-
BPS: Impor RI Februari 2026 Capai Rp 355,1 Triliun, Sektor Migas Turun
-
Yadea OSTA Resmi Meluncur di Indonesia Tawarkan Jarak Tempuh 150 KM
-
Pesantren Darul Istiqamah Maros Tutup Jalan, Pesta Pernikahan Warga Terancam Batal
-
Demi Selat Hormuz, PBB Hari Ini Akan Putuskan Pengerahan Kekuatan Militer untuk Keroyok Iran
-
Kapan Harus Reapply Sunscreen? Ini 7 Rekomendasi Tabir Surya yang Mudah Diblend
-
Prinsip 'No Service No Pay': Badan Gizi Nasional Bakal Cabut Insentif SPPG yang Lalai
-
Obrolan Kamar Dony Tri Pamungkas dan Rizky Ridho yang Bangkitkan Semangat Juang Timnas Indonesia
-
9 Promo Skincare dan Makeup Viva Cosmetics Selama April 2026, Belanja Jadi Hemat
-
Maia Estianty dan Irwan Mussry Takjub saat Ziarah ke Makam Imam Bukhari di Uzbekistan