Artis sekaligus pengusaha Raffi Ahmad kembali teringat saat dirinya ditangkap BNN kala menggunakan narkoba 10 tahun lalu.
Di hari ulang tahunnya, Raffi Ahmad membagikan momen ketika dirinya didatangi kembali oleh sosok petugas BNN yang pernah menggerebek dirinya 13 Januari lalu.
Sosok yang datang di hari ulang tahun ayah Rafathar Malik Ahmad dan Rayyanza itu adalah Sulistyo Pudjo Hartono yang merupakan Kepala Biro Humas dan Protokol BNN RI.
"Ini BNN bagian bersejarah dalam hidup saya. 13 Januari saya ingat. Ini kan namanya perjalanan hidup, setiap orang kalau mau berubah bisa. Jangan berkecil hati," ucap Raffi Ahmad dalam tayangan FYP Trans 7, Minggu (19/2/2023).
Dalam momen itu pun, Raffi Ahmad langsung mengenang bagaimana detik-detik ketika dirinya diciduk oleh petugas BNN.
"Jadi dulu itu kalau di rumah aku masih muda, bujangan, rumah tinggal sendiri, kadang teman-teman bawa teman, pas di rumah Lebak Bulus. Lagi ada musik kencang, ada orang masuk, gue asyik aja 'Bro ayo Bro', joget sama saya itu anak buahnya, saya digini-giniin (ditepuk-tepuk pundaknya oleh petugas BNN yang datang)," cerita Raffi Ahmad didepan Nagita Slavina.
"Akhirnya dia keluarin screensaver tulisannya BNN. Hah.... Paniklah langsung dibawa, dari pihak BNN saat itu nggak ada kekerasan sama sekali. Iyalah gelisah, biasa kita MC ini kita ditanya-tanya," sambung Raffi Ahmad.
Selain itu, suami Nagita Slavina menceritakan bagaimana dirinya selalu mendapatkan banyak makanan dari teman -teman yang membesuknya hingga dirinya merasa tak enak dengan para pasien rehabilitasi lainnya.
"Waktu itu kan di BNN Cawang, terus Lido, setiap hari ada jam besuk yang besuk aku banyak banget bawa makanan. Karena mereka bawa makanan aku nggak enak (sama pasien rehab lainnya). Aku bilang nggak usah dateng ke sini, kalau mau jenguk bawa makanan yang banyak," seloroh Raffi Ahmad.
Baca Juga: Real Sultan, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Bagi-bagi iPhone ke Karyawan Rans
Raffi Ahmad pun mengaku jika di masa lalu dirinya mengonsumsi barang haram narkoba itu semata-mata karena ketidaktahuan.
Meski begitu, usai direhab, Raffi Ahmad kembali bangkit dan sukses seperti saat ini membangun perusahaan Rans.
"Kalau waktu itu aku ketidaktahuan namanya juga dikasih berupa permen, apa. Bilangnya ini penguat stamina, semangat kerja, ternyata ada kandungan yang dilarang," ungkap Raffi Ahmad.
"Kalau orang habis kena narkoba makanya direhab sama BNN kalau pemakai langsung direhab BNN tahu. Kalau orang yang make adalah korban mereka diselamatkan, bandarnya baru ditahan, kalau melawan ditembak," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard
-
Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar
-
Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional