Beredar video dengan narasi yang menyebutkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) marah besar kepada anggota DPR RI, Arteria Dahlan.
Seperti diketahui politisi PDI P Arteria Dahlan beberapa waktu ke belakang jadi sorotan publik setelah terlibat perdebatan panas dengan Menko Polhukam Mahfud MD saat rapat kerja DPR RI.
Saat itu Mahfud MD memenuhi panggilan dari komisi III DPR terkait transaksi janggal sebesar Rp349 triliun di lingkungan Kementerian Keuangan.
Arteria Dahlan bahkan saat itu mengancam akan mempidanakan Mahfud MD karena singgung soal oknum anggota DPR yang diduga terlibat makelar kasus.
Nah di tengah sorotan publik soal Arteria Dahlan beredar video dengan narasi bahwa Presiden Jokowi marah besar kepada politisi PDI P itu.
"Breaking News! Pak Jokowi Marah Besar?? Arteria Dahlan Minta Maaf hingga nekat lakukan ini," tulis narasi pada thumbnail video yang diunggah akun Facebook Amalia.
Sedangkan pada judul, pengunggah video menuliskan narasi bahwa Jokow menolak permintaan maaf dari Arteria Dahlan.
"PERMINTAAN MAAF DITOLAK PAK JOKOWI MARAH BESAR ARTERIA DAHLAN TERANCAM DIPENJARA," tulis judul video.
Penelusuran:
Baca Juga: CEK FAKTA: Ustaz Abdul Somad Akui Kehebatan Ibu Ida Dayak, Benarkah?
Dari penelusuran video dengan durasi 9 menit 51 detik tersebut narasi pada judul dan thumbnail memuat informasi salah dan menyesatkan.
Jika dinonton secara full video tersebut, tidak ditemukan informasi valid bahwa Presiden Jokowi marah besar dan akan membuat Arteria Dahlan terancam masuk penjara.
Video tersebut hanya berisikan suara narator yang membacakan ulang perihal pemberitaan Arteria Dahlan saat berdebat dengan Mahfud MD.
Narator juga membacakan ulang pemberitaan perihal Arteria Dahlan saat jadi bintang tamu di acara Mata Najwa dan berdebat dengan Emil Salim beberapa waktu lalu.
Video ini hanya berisi potongan klip dari pemberitaan tentang Arteria Dahlan dan tidak ada informasi yang singgung soal narasi pada judul.
Kesimpulan:
Berita Terkait
-
Panas Dingin Perseteruan Endar Priantoro Vs Firli Bahuri yang Bikin Jokowi Ikut 'Gerah'
-
Buntut Panjang Pencopotan Brigjen Endar Priantoro dari KPK, Jokowi Ikut Angkat Bicara
-
CEK FAKTA: Arya Saloka Gunakan Kerudung Milik Amanda Manopo Saat di Tanah Suci, Benarkah?
-
Hari Ini Presiden Jokowi ke Jatim, Agendanya Tanam Padi di Tuban
-
CEK FAKTA: Ustaz Abdul Somad Akui Kehebatan Ibu Ida Dayak, Benarkah?
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'