Sekjen Projo Handoko menambahkan bahwa simulasi nama-nama capres dan cawapres tersebut merupakan pengerucutan dari hasil Musra.
"Itu semuanya berasal dari hasil musra, jadi yang namanya tidak ada pada hasil musra, enggak mungkin kami bicarakan dalam simulasi-simulasi yang akan dibicarakan dari provinsi ke provinsi," tuturnya.
Selain mendiskusikan simulasi pasangan capres-cawapres, dalam konsolidasi tersebut juga akan membahas perihal situasi nasional dan tujuh agenda perjuangan rakyat.
Tujuh agenda kebangsaan itu, yakni:
1. Pemenuhan dan perlindungan hak dasar rakyat, pendidikan kesehatan dan penghidupan yang layak.
2. Persatuan nasional dan keutuhan NKRI, kebinekaan dan mencegah intoleransi
3. Pemerintah bersih dan pemajuan tata kelola pemerintah.
4. Pelestarian lingkungan hidup dan pemerataan pembangunan
5. Pemajuan kebudayaan nasional
6. Perlindungan terhadap martabat manusia
7. Teknologi untuk rakyat.
Sementara itu, 11 program prioritas harapan rakyat yang akan ikut didiskusikan dalam konsolidasi yaitu:
1. Ketersediaan pekerjaan dan lapangan usaha.
2. Pendidikan gratis dan berkualitas
3. Pelayanan kesehatan gratis dan saya
4. Tenaga upah dan daya beli rakyat
5. Bantuan modal pertanian pupuk murah bibit tersedia dan harga jual yang layak
6. Pemenuhan listrik dan BBM yang murah
7. Pembangunan tipe Kota Baru atau Nusantara
8. Pemenuhan semua pemuda
9. Pembangunan jalan dan jalan tol di seluruh Indonesia
10. Pencegahan stunting
11. Melanjutkan reforma agraria
Setelah konsolidasi di tingkat provinsi selesai, DPP Projo akan menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) VI pada September atau Oktober mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim