Selebgram Tasyi Athasyia tengah jadi sorotan dan trending di laman sosial media. Hal ini lantaran pengakuan salah satu mantan karyawan yang mengaku belum mendapatkan gaji hingga tunjangan hari raya (THR).
Mantan karyawan yang membongkar hal tersebut bernama Risty Oktaviani. Curahan Risty diunggah oleh akun @a_keshwari yang mengunggah ulang hasil tangkapan layar sebuah percakapan WhatsApp @ris_tavi
Risty menyebut ia tak hanya bekerja tanpa dibayar. Ia juga mengaku mendapatkan ancaman setelah menagih pembayaran tunjangan.
Kekinian Risty kemudian mengklarifikasi soal curhatannya yang viral itu.
"Aku Risty, aku yang kemarin membuat postingan soal statement gaji ditahan. Aku minta maaf atas kekhilafan karena aku enggak cerita secara transparan di media sosial penyebab dari masalah yang sebenarnya," kata Risty di Instagram miliknya.
Meski begitu, di laman sosial media sejumlah netizen tetap menuliskan kritik tajam kepada Tasyi.
Belakangan malah salah satu akun Twitter dengan nama @Viansgp menuliskan hal negatif lainnya yang dilakukan Tasyi.
"Gue mau speak up masalah tasyi athasyia, jd sodara gue tuh kerja di dia untuk jadi editor gitu. Tp selama kerja banyak banget hal" yg bikin enek. Tiap kerja dia tuh pengen geraknya cepet tanpa mikirin teamnya udah pada makan apa belum," cuit akun tersebut.
Tak hanya itu, menurut unggahan tersebut, Tasyi disebut melarang karyawan yang bau badan untuk masuk ke rumahnya.
"Setiap karyawan yg mau masuk rumah gaboleh bau badan. Pernah ada kuli yg lg kerja renov rumahnya terus si kuli nih bau badan, asli dia ngomel ngomel ga karuan. Dan parahnya dia tuh sering ngejelekin saudara kandungnya sendiri ke temen-temennya,"
"Nah terus setiap mau bikin konten dia tuh selalu nyuruh karyawannya buat nungguin dia makeup atau ganti baju. Lo bayangin aja ya, dia makeup / dandan bisa Berjam-jam, itu karyawan gaboleh ada yg ijin bentar gitu.. kalau ada yg pergi pasti gajinya telat masuk atau bahkan kurang," tambahnya.
Dipersoalan mantan karyawan yang menuntut gaji dan THR, Tasyi memilih untuk tidak mau meladeni atau membalas kritik pedas dari netizen.
"Buat yang menghina, menghujat dan merendahkan aku bahkan suami, pesantren sampai anak-anak aku tanpa tahu masalahnya apa, aku anggap sebagai ladang pahala," tulisnya.
Berita Terkait
-
4 Alasan Kamu Harus Jaga Emosi saat Melihat Keributan di Twitter
-
Langit New York Mendadak Memerah, Ternyata Negara Ini Menjadi Penyebabnya
-
Viral Video Siswa dengan Kondisi Diikat di Pohon dengan Kondisi Mengenaskan, Baju Kotor Disiram Air Got
-
Viral Angka Perceraian di Kota Padang Meningkat Gegara Acara Reuni Saat Lebaran
-
Dihujat Usai Kasus Tidak Gaji Mantan Karyawan Viral, Tasyi Athasyia: Aku Jadikan Ladang Pahala
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026