/
Senin, 12 Juni 2023 | 18:08 WIB
Ilustrasi Pemilu atau Pilpres. ([Dok. Istimewa])

Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024 masih sekitar delapan bulan lagi. Sejumlah nama bakal capres pun telah bermunculan.

Pilpres 2024 sendiri diprediksi akan berlangsung dua putaran. Hal itu disampaikan pengamat politik dari Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat (Sumbar) Andri Rusta.

"Ada beberapa alasan Pilpres 2024 berlangsung dua putaran, pertama saat ini sudah ada tiga poros," kata dia, Senin (12/6/2023).

Ketiga poros tersebut sama-sama menjaga muruah (kehormatan) partai. Termasuk soal elektabilitas menjelang pemilihan legislatif. 

Sehingga, suara dari masing-masing bakal capres yakni Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan akan terpecah atau terbagi.

Menurut dia, lumbung suara Prabowo Subianto dengan Ganjar Pranowo memiliki irisan yang sama. Begitu juga antara Prabowo dengan Anies Baswedan.

Dengan kondisi tersebut diyakini tidak akan ada satupun bakal capres yang berhasil meraih perolehan suara di atas 51 persen pada Pilpres 2024 mendatang.

"Inilah yang menjadi alasan Pilpres akan melaju ke putaran kedua," ujarnya.

Terkait adanya anggapan bahwa Koalisi Indonesia Bersatu terutama PDIP yang akan menjegal Anies Baswedan untuk maju di Pilpres 2024, Andri meragukan hal itu.

Baca Juga: Ganjar Pede: Insya Allah Menang Satu Putaran di Pilpres 2024

Menurutnya, jika hal tersebut dilakukan justru akan merugikan atau menurunkan elektabilitas PDIP. Termasuk partai politik yang mendukung pemerintah.

Ia pun mengajak para bakal capres untuk berpolitik santun dengan mengeluarkan narasi-narasi positif saat melakukan safari politik. 

Tidak hanya bakal capres, hal yang sama juga harus dilakukan oleh barisan tim sukses dan para relawan di kalangan akar rumput.

Load More