- Presiden Prabowo Subianto bertemu lima pengusaha kunci di Hambalang, Bogor, pada Selasa (10/2/2026) malam.
- Pertemuan tersebut bertujuan mempertegas kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta nasional.
- Presiden menyerap aspirasi terkait tantangan ekonomi global dan peluang investasi domestik dari para pengusaha.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan strategis dengan lima tokoh kunci dunia usaha nasional di kediamannya, Hambalang, Bogor, pada Selasa malam (10/2/2026).
Dalam audiensi tersebut, Presiden Prabowo menyerap berbagai aspirasi mengenai tantangan ekonomi global serta peluang investasi domestik.
Berikut adalah profil singkat kelima pengusaha papan atas yang hadir serta daftar emiten mereka yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI):
1. Prajogo Pangestu (Barito Pacific Group)
Prajogo Pangestu dikenal melalui ekspansinya yang masif di sektor energi terbarukan dan petrokimia. Gurita bisnisnya di bursa meliputi:
Energi & Petrokimia: PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).
Pertambangan & Infrastruktur: PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), dan PT Gozco Plantations Tbk (GZCO).
2. Anthoni Salim (Salim Group)
Anthoni Salim memimpin konglomerasi dengan diversifikasi sektor yang sangat luas, mulai dari konsumsi hingga infrastruktur teknologi:
Baca Juga: Kapolri Perintahkan Jajaran Awasi Ketat Permainan Saham Gorengan
Consumer & Ritel: PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dan PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS).
Teknologi & Tambang: PT DCI Indonesia Tbk (DCII), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), serta PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
3. Franky Widjaja (Sinar Mas Group)
Sinar Mas Group memiliki pengaruh kuat pada sektor komoditas dan properti di bawah kepemimpinan keluarga Widjaja:
Energi & Sawit: PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS), dan PT Sinar Mas Agro Resources & Technology Tbk (SMAR).
Kertas & Properti: PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).
Berita Terkait
-
Membersihkan 'Telur-telur Busuk', Hashim Tegaskan Akan Ada Pejabat yang Dicopot Prabowo
-
ICW Bongkar Pengaruh Pemerintah Prabowo-Gibran ke Merosotnya Indeks Persepsi Korupsi Indonesia
-
Target Harga BBTN, Usai Laba Bersih Saham BTN Lampaui Ekspektasi
-
MSCI Rilis Update: INDF Turun Kelas, Ini Saham-saham yang Didepak Keluar List
-
Apa itu FTSE Russell dan Dampaknya bagi Investor
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Sejumlah SPBU Vivo di Jabodetabek Tutup, Netizen Heboh Keluhkan Isu Pembatasan Kuota
-
Cara Membersihkan Nama di SLIK OJK, Ini Panduannya agar Pengajuan Pinjaman Disetujui
-
BI Buka Suara Menkeu Purbaya Mau Turun Tangan Stabilkan Rupiah
-
Pertamina Goes to Campus 2026 Siap Jelajahi Kampus di Indonesia
-
Tembus Top 6 Dunia, Startup Binaan Pertamina Bawa Nama Indonesia di Ajang Inovasi Sosial Global
-
6 Emiten Keluar dari MSCI, OJK Ungkap Valuasi Saham RI di Bawah Asia
-
Harga Cabai Naik, Kemendag Masukkan Cabai ke Daftar Komoditas Prioritas Pengendalian Inflasi
-
Jangan Hanya Kejar Pertumbuhan, Industri Kripto Kini Dituntut Transparan
-
Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS
-
Proyek IKN Sudah Habiskan Rp147 Triliun, Tapi Ibukota Tetap Jakarta