Keluarga korban kasus revenge porn dengan terdakwa Alwi Husen Maolana mengungkap ada keanehan pada sidang tuntutan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Pandeglang, Banten, Selasa 27 Juni 2023.
Pihak keluarga korban yang didampingi pengacara menduga bahwa Alwi Husen Maolana dilindungi penguasa selama proses persidangan.
Hal ini lantaran selama proses persidangan, pihak keluarga korban seolah tidak mendapat informasi jelas dari pihak kejaksaan.
Keluarga korban, Iman Zanatul Haeri mengatakan, indikasi adanya jaringan yang melindungi terdakwa bisa dilihat dari proses persidangan dan jadwal sidang yang terus diundur oleh pengadilan.
Sidang kemarin, seharusnya berlangsung mulai pukul 09.00 WIB dengan agenda pembacaan tuntutan belum dimulai hingga pukul 14.14 WIB dan malah disalip oleh beberapa kasus lain.
“Saat persidangan menurut kuasa hukum kami ini janggal dan tidak wajar, jadi komunikasi kuasa hukum korban ini sulit mendapat informasi mengenai sidang ini. Contohnya pada sidang pertama kami tidak tahu kalau ada persidangan jadi kami tahunya sidang kedua, terus yang kedua jaksa ini seolah menutup informasi seperti tidak memberitahu dakwaannya seperti apa. Jadi ini sangat tidak transparan dan tidak adil,” kata Iman mengutip dari BantenNews--jaringan Suara.com
Sementara itu, Rizki Arifianto selaku pengacara korban menduga ada campur tangan orang berpengaruh yang menginginkan Alwi Husen Maolana dituntut dan divonis ringan.
“Kami ada dugaan bahwa pelaku ini ada jaringan yang kuat seolah-olah ada invisible hand yang mengatur kasus ini supaya terdakwa ini mendapatkan keringanan. Misalkan pada sidang waktu itu agendanya keterangan saksi, jaksa itu mengarahkan korban agar di persidangan nanti jika ada pertanyaan memaafkan atau tidak atas perlakuan terdakwa, korban harus memaafkan, mengikhlaskan dan lain-lain. Padahal sampai hari ini pihak keluarga sama sekali tidak memaafkan terdakwa,” jelasnya.
Baca Juga: Oknum Jaksa Hubungi Korban Revenge Porn Ajak Ketemuan di Cafe, Kejari Pandeglang: Mungkin Di-hack
Berita Terkait
-
Viral Dugaan Pemerkosaan Adik Guru Pesantren Milik Said Aqil Siradj, Apa Itu Revenge Porn dan Cara Mengatasinya?
-
Merinding! Viral Truk Tiba-tiba Berada di Tengah Hutan Alas Roban, Padahal Tak Ada Jalan
-
Pengguna Tol Kena Tarif Rp 724 Ribu, Kementerian PUPR Buka Suara
-
Dituding Tak Bayar Gaji Karyawan, Tasyi Athasyia Disamakan dengan Rasulullah SAW oleh Zaki Alatas
-
Banten Diguncang Gempa Magnitudo 4,3, Tidak Berpotensi Tsunami
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
4 Shio Diprediksi Paling Hoki Besok 31 Mei 2026, Akhir Bulan Hidup Makin Tenang
-
Dukung Gerakan Cegah Tindakan Bunuh Diri, Doyoung NCT Donasi Rp 1,1 Miliar
-
Pascakecelakaan Maut Wonokitri, BB TNBTS Bongkar Ulang Standar Keamanan Jip Bromo
-
Tren Fashion Polkadot Comeback! Motif Retro Kembali Digandrungi Gen Z dan Ibu Muda
-
5 Rekomendasi Moisturizer untuk Jerawat Mendem, Ampuh Redakan Peradangan
-
Detik-Detik Ban Elf Meledak di Tol Jomo: Mobil Oleng dan Terbalik, Satu Orang Alami Luka Berat
-
Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran
-
Sinopsis The First Jasmine, Drama Kolosal Bai Lu dan Ryan Cheng Tayang 9 Juni
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sinopsis Emily to Maria, Drama Komedi Jepang Dibintangi Marika Matsumoto