Umat Muslim sebentar lagi akan merayakan hari raya kurban atau Idul Adha 1444H. Bukan hanya sholat Eid, Idul Adha juga identik dengan penyembelihan hewan kurban.
Berkurban memang ibadah sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan setahun sekali pada hari raya Idul Adha 1444H.
Tak hanya sebagai bentuk ketaatan seorang umat kepada Allah, kurban juga sebagai bukti kita peduli terhadap sesama karena hewan kurban akan disembelih dan dibagikan kepada masyarakat sekitar.
Namun, ternyata ada larangan-larangan kurban yang perlu diperhatikan umat Islam. Hal itu perlu diperhatikan agar nantinya amalan kurban tidak luntur karena melakukan larangan tersebut.
Menurut Ustaz Adi Hidayat dalam ceramahnya yang diunggah oleh akun TikTok @ceritaislam.indo, ada beberapa larangan bagi seseorang yang berkurban yang bahkan kerap ditinggalkan.
"Makna hadits ini banyak yang lupa sehingga meninggalkan tuntunannya. Jangan dulu potong kuku atau mencukur rambut yang melekat di tubuh pelaku kurbannya, orangnya bukan hewannya," ucap Ustaz Adi Hidayat.
"Walaupun dalam konteksnya ini tetap menghormati yang memahami pada hewannya," imbuhnya.
Bukan tanpa alasan, seorang yang berkurban dilarang memotong kuku dan rambutnya. Karena larangan tersebut ternyata memiliki hikmah luar biasa jika dilaksanakan.
"Kalau kita baca syarah yang lain di kitab yang lain maka apa hikmahnya gak potong kuku dulu, gak cukur rambut dulu? supaya yang berkurban itu sama-sama nilainya dengan orang yang sedang menggunakan pakaian ihram dalam wukuf haji di Arafah," ucapnya kemudian.
Baca Juga: Ustaz Adi Hidayat Ungkap Amalan 10 Hari Pertama Dzulhijjah, Dijamin Datangkan Cinta Allah
"Maka apa yang berlaku bagi yang haji disana esensinya bisa didapatkan oleh orang yang ada disini yang tidak berhaji. Karena itu kenapa ibadahnya digunakan dengan menggunakan kata kurban, kurban itu proses mendekatkan kepada Allah, jadi disamakan mendekat kepada Allah yang disini mendekat kepada Allah," sambung Ustaz Adi Hidayat.
Ia juga menambahkan bahwa dengan melaksanakan anjuran tersebut, orang yang berkurban tetap bisa mendapat pahala layaknya orang seorang sedang berhaji. Lantaran tak semua orang mampu untuk berhaji namun masih mampu untuk berkurban.
"Nabi itu tau gak semua umatnya bisa berangkat haji karena itu diberi kesempatan, kalau pun gk sempat untuk haji maka lakukan amalan yang esensinya bisa mendapati yang sama didapat oleh orang yang wukuf disana,"
Kontributor: Mira Puspito
Berita Terkait
-
Menko PMK Sarankan Penyembelihan Hewan Kurban Serentak Dilakukan Kamis Besok, Ini Alasannya
-
Salurkan Hewan Kurban, Rudy Susmanto Sampaikan Pesan dari Prabowo Subianto untuk Warga Bogor
-
Kronologi Sapi Kurban Dewi Perssik Ditolak Ketua RT, Polisi Turun Tangan
-
Ustaz Adi Hidayat Ungkap Amalan 10 Hari Pertama Dzulhijjah, Dijamin Datangkan Cinta Allah
-
Ingin Anak Terlahir Sholeh? Ustaz Adi Hidayat Jelaskan 3 Proses Penting yang Harus Dilalui
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Pertalite vs Pertamax: Mana yang Lebih Irit Buat Macet-macetan di Dalam Kota?
-
Naik 500 Persen! Program KNMP Sukses Ciptakan Belasan Lapangan Kerja Baru di Wilayah Pesisir
-
Lebih dari Sekadar Teror, Tumbal Proyek Hadirkan Plot Twist, Thriller, dan Gore Mencekam
-
Galaxy S25 Ultra Bisa Ditukar Gratis ke S26 Series, Ini Cara dan Syaratnya
-
Saat Opini Media Sosial Dianggap Lebih Valid dari Sains: Selamat Datang di Era Matinya Kepakaran
-
Mahalnya Harga BBM, Warga Singapura Pilih Isi Bensin hingga ke Malaysia
-
Hadapi Persiku, Kendal Tornado FC Diperkuat Tambahan Dua Amunisi Eks Timnas Indonesia
-
Kemensos Desain Ulang Pola Kerja untuk Efisiensi dan Produktivitas Digital
-
Bekasi Darurat Mutilasi? Menelisik Pola Kejahatan Ekstrem di Balik Tragedi Serang Baru
-
Tasya Farasya Ungkap Alasan Pakai Baju Kuning saat Sidang Cerai, Awalnya Siapkan Abu-Abu