/
Rabu, 28 Juni 2023 | 23:36 WIB
Ustaz Adi Hidayat. [TikTok]

Umat Muslim sebentar lagi akan merayakan hari raya kurban atau Idul Adha 1444H. Bukan hanya sholat Eid, Idul Adha juga identik dengan penyembelihan hewan kurban.

Berkurban memang ibadah sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan setahun sekali pada hari raya Idul Adha 1444H

Tak hanya sebagai bentuk ketaatan seorang umat kepada Allah, kurban juga sebagai bukti kita peduli terhadap sesama karena hewan kurban akan disembelih dan dibagikan kepada masyarakat sekitar.

Namun, ternyata ada larangan-larangan kurban yang perlu diperhatikan umat Islam. Hal itu perlu diperhatikan agar nantinya amalan kurban tidak luntur karena melakukan larangan tersebut.

Menurut Ustaz Adi Hidayat dalam ceramahnya yang diunggah oleh akun TikTok @ceritaislam.indo, ada beberapa larangan bagi seseorang yang berkurban yang bahkan kerap ditinggalkan.

"Makna hadits ini banyak yang lupa sehingga meninggalkan tuntunannya. Jangan dulu potong kuku atau mencukur rambut yang melekat di tubuh pelaku kurbannya, orangnya bukan hewannya," ucap Ustaz Adi Hidayat.

"Walaupun dalam konteksnya ini tetap menghormati yang memahami pada hewannya," imbuhnya.

Bukan tanpa alasan, seorang yang berkurban dilarang memotong kuku dan rambutnya. Karena larangan tersebut ternyata memiliki hikmah luar biasa jika dilaksanakan.

"Kalau kita baca syarah yang lain di kitab yang lain maka apa hikmahnya gak potong kuku dulu, gak cukur rambut dulu? supaya yang berkurban itu sama-sama nilainya dengan orang yang sedang menggunakan pakaian ihram dalam wukuf haji di Arafah," ucapnya kemudian.

Baca Juga: Ustaz Adi Hidayat Ungkap Amalan 10 Hari Pertama Dzulhijjah, Dijamin Datangkan Cinta Allah

"Maka apa yang berlaku bagi yang haji disana esensinya bisa didapatkan oleh orang yang ada disini yang tidak berhaji. Karena itu kenapa ibadahnya digunakan dengan menggunakan kata kurban, kurban itu proses mendekatkan kepada Allah, jadi disamakan mendekat kepada Allah yang disini mendekat kepada Allah," sambung Ustaz Adi Hidayat.

Ia juga menambahkan bahwa dengan melaksanakan anjuran tersebut, orang yang berkurban tetap bisa mendapat pahala layaknya orang seorang sedang berhaji. Lantaran tak semua orang mampu untuk berhaji namun masih mampu untuk berkurban.

"Nabi itu tau gak semua umatnya  bisa berangkat haji karena itu diberi kesempatan, kalau pun gk sempat untuk haji maka lakukan amalan yang esensinya bisa mendapati yang sama didapat oleh orang yang wukuf disana,"

Kontributor: Mira Puspito

Load More