Suara.com - Kasus dugaan korupsi besar yang menjerat keluarga pengusaha minyak terkemuka kembali mencapai babak baru. Muhamad Kerry Adrianto Riza, yang merupakan anak dari pengusaha Muhammad Riza Chalid, dijatuhi tuntutan hukuman 18 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat pada Jumat (13/2/2026), jaksa menyatakan bahwa Kerry terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi terkait tata kelola minyak mentah dan produk kilang di lingkungan PT Pertamina (Persero), khususnya pada anak usaha PT Pertamina Patra Niaga (PPN).
Jaksa meyakini bahwa Kerry, dalam kapasitasnya sebagai pengusaha dan Beneficial Owner PT Navigator Khatulistiwa, telah melakukan serangkaian perbuatan melawan hukum pada berbagai proyek pengadaan.
Tindakan ini dilakukan secara bersama-sama dan berdampak pada kerugian finansial negara dalam jumlah yang sangat masif.
"Menyatakan Terdakwa Muhamad Kerry Adrianto Riza telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama," tegas jaksa saat membacakan surat tuntutannya.
Langkah hukum ini merupakan bagian dari pengembangan kasus yang juga menyeret nama ayahnya, Riza Chalid, yang hingga kini statusnya ditetapkan sebagai tersangka dan masuk dalam daftar buronan internasional (Red Notice) Interpol.
Menarik diulas, Riza Chalid punya anak berapa?
Latar Belakang Keluarga
Riza Chalid memiliki dua orang anak, yaitu Muhamad Kerry Adrianto dan Kenesa Ilona Rina.
Muhamad Kerry Adrianto lahir pada tahun 1985 sebagai putra sulung dari pasangan Mohammad Riza Chalid dan Roestriana Adrianti (yang akrab disapa Uchu Riza).
Baca Juga: IPK Indonesia Anjlok ke Skor 34, Hasbiallah Ilyas: Alarm Keras, KPK Harus Evaluasi Total
Keluarga ini memiliki latar belakang yang sangat berpengaruh, baik di sektor bisnis maupun militer.
Ibunda Kerry, Roestriana Adrianti, merupakan putri dari Marsekal Muda TNI (Purn.) Roesman Noerjadin, mantan Duta Besar RI untuk Australia.
Keluarga besar ini juga memiliki keterkaitan dengan Laksamana Udara (Purn.) Roesmin Noerjadin, mantan KASAU dan Menteri Perhubungan di era Orde Baru.
Sejak tahun 1998, menyusul dinamika politik di Indonesia, keluarga ini sempat bermukim di Singapura.
Di sana, Kerry menempuh pendidikan menengah di United World College South East Asia (UWCSEA) pada periode 2000–2004 sebelum akhirnya terjun ke dunia bisnis mengikuti jejak sang ayah yang sering dijuluki sebagai tokoh kuat dalam industri minyak.
Kasus ini menjadi perhatian publik secara luas sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026. Hal ini dikarenakan keterlibatan langsung keluarga Riza Chalid dalam tata kelola energi nasional yang dianggap bermasalah.
Berita Terkait
-
Pengacara Sebut Tuntutan Kerry Riza Cs Alarm Bahaya untuk Direksi BUMN dan Anak Muda?
-
Minta Keadilan ke Prabowo, Kerry Riza: Beliau Negarawan yang Hebat dan Bijaksana
-
Geledah Rumah di Ciputat, KPK Sita Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar Terkait Kasus Bea Cukai
-
Ancaman Bagi Koruptor! Gibran Ingin Aset Hasil Judol Hingga Korupsi Disita, Apa Kata Pukat UGM?
-
KPK Minta Saksi Lapor ke Dewas Terkait Dugaan Penyidik Minta Uang Rp10 Miliar
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
-
Update Tarif Listrik per kWh April 2026, Apakah Ada Kenaikan Harga?
Terkini
-
Pengamat: Penjatahan BBM Subsidi Masih Wajar dan Efektif Tekan Konsumsi Energi
-
Harga Stabil Rp4.500, PGN Dorong BBG Jadi Opsi Ekonomis Bagi Kendaraan
-
125 Tahun Mengabdi Untuk Negeri, Pegadaian Perkuat Layanan Digital Melalui Tring!
-
Belanja di Korea Selatan Kini Tidak Perlu Tukar Uang, Bisa Pakai QRIS
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
-
Inflasi Maret 2026 Tembus 0,41 Persen, Kenaikan Harga Pangan dan Bensin Jadi Biang Keroknya
-
Isu Harga BBM Melejit, Warga Jakarta 'Panic Buying' Pertamax Hingga Ludes!
-
Harga Avtur Naik 70%, Nasib Tarif Tiket Pesawat Gimana?
-
LPDB Koperasi Perkuat Skema Penyaluran Dana Bergulir untuk Dukung Operasional KDKMP
-
Punya 9,8 Juta Pengguna, Indodax Perkuat Literasi Kripto di Indonesia