Rencana untuk penggunaan pemain asing di kompetisi Liga 2 timbulkan polemik. Pihak Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) menyebut bahwa rencana itu bisa mengancam keberdaan pemain lokal.
Dalam surat yang dibuat APPI untuk ketua umum PSSI, Erick Thohir, disebutkan bahwa rencana itu akan timbulkan masalah lain di kemudian hari.
Pihak APPI meminta PSSI untuk meninjau rencana tersebut sebelum benar-benar diterapkan.
"Hal ini akan memicu timbulnya masalah lain dikemudian hari dan juga mengeliminir makna sepak bola yang telah dianggap sebagai suatu penghidupan," tulis surat APPI kepada PSSI tertanggal 18 Juli 2023.
Sebelumnya, PSSI berencana untuk menerapkan aturan baru soal pemain asing di kompetisi Liga 2 2023-2024. PSSI berencana untuk menggunakan dua peman asing, satu pemain Asia.
Ditegaskan APPI bahwa hal itu akan memberi dampak secara langsung terhadap pesepak bola lokal.
"Hal ini dikarenakan adanya dampak yang secara langsung dirasakan oleh para pesepak bola Indonesia. Maka akan menambah banyaknya pesepak bola Indonesia yang kehilangan pekerjaan," ungkap APPI.
Surat dari APPI ini ternyata menimbulkan pro kontra di mata suporer di laman sosial media.
"Antara pemain lokal yg susah bersaing atau klub yg ga mampu bayar asing," komentar netizen.
Baca Juga: Upaya ASEAN untuk 5 Negara Pemilik Senjata Nuklir Teken SEANWFZ
"Makanya wahai pemain lokal naikin standard lu supaya bisa bersaing dengan pemain asing," sambung akun lain.
"Ya kalo dirasa nggak laku di liga 2 kan bisa main di liga luar indo, macam kamboja, myanmar, singapore, timorleste, dll," timpal akun lain.
"Mental minderan. Berarti sadar kalau pemain lokal kalah kualitas sama pemain asing, seharusnya bisa buat motivasi untuk saingan kompetisi di internal tim,"
Berita Terkait
-
APPI Minta PSSI Kaji Ulang Penggunaan Pemain Asing di Liga 2 2023/2024
-
Erick Thohir Bongkar Alasan Timnas Indonesia U-17 Batal Gelar TC di Qatar
-
Erick Thohir Siap 'Habis-habisan' Agar MIND ID Jadi Pemegang Saham Mayoritas INCO
-
PSSI Minta FIFA Segera ke Indonesia, Akhiri Polemik Pemilihan Stadion Piala Dunia U-17 2023
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123