Salah satu pemain yang belum lama bergabung dengan klub berjuluk Macan kemayoran, Marko Simic dikabarkan meninggalkan Persija Jakarta.
Kabar Marco Simic tinggalkan Persija Jakarta itu bukan karena dia hengkang dan pindah ke klub lain, ia pergi ke Serbia meninggalkan Macan Kemayoran untuk pemulihan cedera betis.
Kepergian Marko Simic itu telah dikonfirmasi pelatih Persija Jakarta, Thomas Doll kepada awak media usai sesi latihan di Nirwana Park, Depok, Rabu (26/7/2023) jelang menghadapi Persebaya Surabaya akhir pekan ini.
“Simic dia sedang ke Serbia, dia menemui spesialis untuk kontrol cedera betisnya," kata Thomas Doll.
Thomas Doll mengungkapkan, Marko Simic mengalami cedera betis ketika menjalani pemanasan dalam laga kontra Persita Tangerang, Sabtu (22/7/2023).
Absennya Marko Simic dari klub berjuluk Macan Kemayoran itu membuat Persija Jakarta mengandalkan Aji Kusuma sebagai ujung tombak.
Karenanya, pada pertandingan lalu melawan Persita Tangerang hasilnya kurang memuaskan, Macan Kemayoran kalah tipis 0-1.
Thomas Doll mengabarkan bahwa Marko Simic kemungkinan bakal absen sekitar enam pekan untuk memulihkan cederanya.
Tanpa kehadiran Marko Simic yang merupakan top skor Liga 1 2019 itu, Persija Jakarta tampak kehilangan kedalaman.
Baca Juga: Marko Simic Mendunia, Media Internasional: Eks Rekan Ivan Perisic yang Jadi Dewa di Indonesia
Seperti diketahui, Persija Jakarta menjadi satu-satunya tim yang tidak mengisi penuh slot pemain asing.
Klub berjuluk macan kemayoran itu hanya memiliki lima dari enam slot penggawa impor yang diperbolehkan PT Liga Indonesia Baru selaku operator.
Ketidakhadiran Marko Simic juga membuat Persija Jakarta mengalami krisis penyerang. Saat ini, Aji Kusuma menjadi satu-satunya pemain bertipe nomor sembilan yang dimiliki Macan Kemayoran.
"Sekarang kami hanya punya Aji Kusuma di posisi penyerang,” kata Thomas Doll.
Peroses pemulihan Marko Simic pun diharapkan Thomas Doll bisa berlangsung cepat, karena Persija Jakerta sangat membutuhkan tenaganya.
“Mudah-mudahan dia tidak lama meninggalkan kami," jelas Thomas Doll.
Berita Terkait
-
Thomas Doll Bicara Masa Depan Ferarri usai Tinggalkan Persija Demi Pendidikan Polisi
-
Thomas Doll Konfirmasi Marko Simic Tinggalkan Persija Jakarta
-
Prediksi Susunan Persija vs Bhayangkara FC: Riko Simanjuntak Duet dengan Gajos, Macan Kemayoran Bakal Jos
-
Marc Klok Tak Masuk Daftar Pemain Nomor Punggung 10 Persija Jakarta, Tidak Dianggap?
-
CEK FAKTA: Pratama Arhan Gabung Persija Jakarta, Rizky Ridho: Iya OTW Persija
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
Terkini
-
Godzilla Minus Zero Rilis Teaser Perdana, Berlatar 2 Tahun Usai Kehancuran
-
Hancurkan Liverpool, PSG Bidik Rekor Langka di Liga Champions
-
Mencekam! Duel Nyali di Tanjungkarang: Anis Lawan Begal yang Umbar Tembakan di Tengah Hari
-
Dihajar Vietnam, Pelatih Malaysia Beri Peringatan Keras Jelang Lawan Timnas Indonesia U-17
-
Iran Beberkan Update Negosiasi Damai ke Turki, Soroti Dosa Besar AS-Israel
-
Pesona Danau Toba dan Samosir Jadi Pembuka Etape Perdana MAXI Tour Boemi Nusantara 2026
-
Seskab Teddy Ungkap Isi Pertemuan Empat Mata Prabowo dan Macron
-
Punya Utang Pinjol di Bawah Rp1 Juta Bisa Ajukan KPR, Apa Dampaknya ke Perbankan?
-
Membaca Dalil-Dalil Agama Gus Dur: Menyusuri Jembatan Keilmuan Islam di Indonesia
-
Di Balik Bendera Besar pada Truk Bantuan: Murni Solidaritas atau Sekadar Pencitraan Global?