PSIS Semarang akan lakoni pekan kelima BRI Liga 1 2023/24 esok hari, Jumat (28/7) melawan Borneo FC di Stadion Jatidiri. Kabar buruk diterima H-1 jelang lawan Borneo.
Komisi Displin (Komdis) PSSI, Kamis (27/7) memberikan sanksi kepada dua pemain PSIS Semarang, Boubakary Diarra dan Carlos Fortes.
Hasil sidang Komdis PSSI memutuskan dua pemain PSIS ini melakukan pelanggaran saat laga melawan PSS yang berlangsung sepakan lalu, 21 Juli 2023.
Untuk Boubakary Diarra dapat saksi larangan bermain 1 pertandingan dan denda Rp10 juta karena dianggap melakukan serious foul play dan luput dari perhatian perangkat pertandingan.
Sementara Carlos Fortes mendapat sanksi larangan dua pertandingan. Top skorer sementara PSIS itu melanggar menendang pemain lawan serta mendapatkan kartu merah langsun.
Selain dihukum dua pertandingan, pemain Portugal itu harus bayar denda sebesar Rp10 juta.
Tanpa kehadiran dua pemain ini, pelatih Gilbert Aguis harus putar otak untuk menurunkan pemain pelapis.
PSIS Semarang saat ini berada di posisi ke-4 klasemen BRI Liga 1 2023-2024.
Tim Laskar Mahesa Jenar itu meraih dua kemenangan, satu kali imbang dan satu kali kalah.
Baca Juga: Eks PSIS Asal Argentina Merasa Nyaman Main di Indonesia: Negara Asing yang Membuat Betah
Berita Terkait
-
Baru Bergabung, Striker Anyar Borneo FC Ini Langsung Dibawa Ke Semarang
-
Profil Felipe Cadenazzi, Striker Pengganti Matheus Pato di Borneo FC
-
Legiun Asing Persija Maciej Gajos Kaget Bertanding di Indonesia Harus Naik Rantis
-
Muhammad Ferarri Tinggalkan Persija untuk Pendidikan Polisi, Thomas Doll Ungkap Kekecewaan
-
Cedera Betis, Marko Simic Dipastikan Absen Bela Persija Enam Pekan
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Film Komedi Wild Sing Umumkan Tayang 3 Juni, Comeback Grup Co-Ed Legendaris
-
Perlindungan Investor RI Masih Lemah, SIPF Minta Suntikan APBN
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Timnas Indonesia Masih Bisa Lolos Piala Dunia 2026? FIFA Dikabarkan Gelar Play-off Tambahan
-
Apa Beda Whistleblower dan Justice Collaborator di Kasus Pelecehan FH UI?
-
7 Fakta Tragedi Calon Jemaah Haji di Jepara yang Meninggal Jelang Keberangkatan
-
Kasus Siswa SMP Siak Meninggal: Kementerian PPPA Minta Evaluasi Praktik Sekolah
-
BRI Dukung Komunitas Hiking, Burjo Ngegas Gombel Hadirkan Ruang Kolaborasi Positif
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Kreatif Saja Tak Cukup, UMK Kuliner Perlu Bimtek untuk Tembus Pasar Lebih Luas