/
Jum'at, 28 Juli 2023 | 07:02 WIB
Arsip Foto - Ferdian Paleka dalam rilis kasus prank sembako sampah. ([ANTARA FOTO])

Sebelumnya, Ferdian Paleka membuat heboh sekaligus geram publik karena konten prank sembako sampah pada Mei 2020 di sekitaran Kota Bandung.

Saat itu, ia bersama dua rekannya membuat konten seolah memberikan kardus sembako kepada para waria atau transpuan. Namun kardus sembako itu ternyata berisi sampah dan batu bata.

Salah satu korban melaporkan ulah Ferdian Paleka cs ke polisi. Pelaku sempat kabur sebelum akhrnya berhasil ditangkap di Pelabuhan Merak, Banten. Ia ditangkap bersama paman dan temannya.

"Benar, Pelaku FP, A, dan J (paman dari FP) telah diamankan di Tol Jakarta-Merak (daerah Tangerang). (Ditangkap) setelah keluar Pelabuhan Merak pada Jumat, sekira jam 01.00 WIB," kata Humas Polda Jabar Kombes Saptono Erlangga.

Viral Dibully

Usai ditangkap, Ferdian Paleka langsung dimasukkan ke sel tahanan Polrestabes Bandung. Selang beberapa hari, muncul sebuah video bully terhadap Ferdian.

Dalam video yang viral itu, Ferdian tampak gundul rambutnya dan ditelanjangi. Ia juga menjadi bulan-bulanan tahanan lain.

Polisi kemudian memidahkan Ferdian ke sel lain agar tidak dibully oleh tahanan lainnya.

Damai dan Dibebaskan

Baca Juga: Hilmi Firdaus Unggah Video Coki Pardede Ngakak Dengar Kisah Nabi Ibrahim Disebut Prank, Warganet: Itu Video Lama tapi..

Pada 4 Juni 2020, Ferdian Paleka berserta dua rekannya dibebaskan. Ini setelah adanya perdamaian antara dia dan korban.

Usai bebas, Ferdian Paleka meminta maaf kepada semua pihak yang telah di-prank-nya. Ia berjanji tidak mengulangi lagi kesalahannya.

"Kami bertiga minta maaf atas perlakuan kita yang membuat konten prank sampah kepada transpuan, terutama transpuan kota Bandung,” tuturnya.

"Kami bertiga sangat menyesali tindakan kami dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan kami dikemudian hari yang merugikan orang dan membuat resah masyarakat. Kami sangat menyesal. Terima kasih," sambung Ferdian Paleka cs.

Load More