/
Selasa, 15 Agustus 2023 | 17:46 WIB
George Hendrik Muller, Prajurit Kolonial Belanda yang Keturunannya Bakal Usir 300 Warga Dago Elos. (Twitter @IdTrimurti)

Siapa George Hendrik Muller? Orang Belanda kelahiran Rotterdam ini diklaim sebagai pemilik lahan Dago Elos, Kota Bandung, Jawa Barat seluas 6,3 hektare. 

Keturunan Henrik Muller, Heri Hermawan Muller, Dodi Rustendi Muller, dan Pipin Sandepi Muller menggugat lahan itu yang sudah tahunan ditempati oleh 330 warga Dago Elos. 

Sengketa tanah di Dago Elos dimulai sejak November 2016. Warga yang sudah menahun tinggal di kawasan dekat apartemen mewah The Maj Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung terancam digusur setelah pihak keluarga Muller. 

Para penggugat mengklaim memiliki bukti kepemilikan lahan tersebut berupa surat Eigendom Verponding, surat kepemilikan lahan di era Hindia Belanda yang dimiliki George Henrik Muller.

Lantas siapa George Hendrik Muller? Dikutip dari thread akun Twitter @IdTrimurti, Georgius Henrik Muller, kakek buyut dari Heri Hermawan Muller, Dodi Rustendi Muller, dan Pipin Sandepi Muller ini ternyata di penjajahan Belanda bekerja sebagai juru bedah berpangkat serdadu. 

Sebagai prajurit kolonial Belanda, Henrik Muller sempat ditugaskan ke sejumlah tempat di Indonesia. Muller kemudian pensiun dengan pangkat kapten dan mendapat uang pensiun 1200 gulden per tahun. 

Ia diketahui menikah dengan Virginia Elisabeth Montignij pada 1835 di Salatiga. Keduanya dikarunia belasan anak. Salah satunya dalah Georgius Hendricus Wilhelmus Muller. Georgius ini lahir di Salatiga dan dikenal sebagai tuan tanah.  

Dari garis keturunan Georgius ini lahir Heri Hermawan Muller, Dodi Rustendi Muller, dan Pipin Sandepi Muller yang saat ini gugat tanah warga Dago Elos. 

Georgius juga diketahui orang pertama dari keluarga Muller yang injakkan kaki di tanah Sunda. Ia kemudian buka bisnis di kawasan Nagreg dan Cicalengka. 

Baca Juga: Apa Itu Eigendom Verponding? Produk Hukun Kolonial yang Bikin Warga Dago Elos Terusir dari Tempat Tinggalnya

Georgius kemudian menikah dengan seorang perempuan Indonesia. Ia dianugrahi tiga orang anak, George Hendrik, Ani, dan Husni.

Pada 1942, George Hendrik Muller ini mendaftar sebagai prajurit Belanda. George Hendrik Muller juga menikahi perempuan Indonesia dan dianugrahi lima orang anak. Ia diketahui meninggal dunia di Heerlen, Belanda. 

Salah satu anaknya, Edi Muller setelah menikah dianugrahi tiga orang anak, yakni Heri Hermawan Muller, Dodi Rustendi Muller, dan Pipin Sandepi Muller.

Load More