/
Rabu, 16 Agustus 2023 | 17:51 WIB
Cerita Saat Gas Air Mata Masuk ke Rumah Warga di Dago Elos, Suara Ketakutan Anak-anak Dibalas Instruksi Tangkap Pukul. (Twitter @rizkimasbox)

Kondisi mencekam dirasakan warga Dago Elos Bandung, Jawa Barat pada Senin (14/8) malam. Saat itu selepas adzan Isya, kondisi tempat tinggal mereka begitu menakutkan saat aparat kepolisian bentrok dengan warga lain. 

Cerita kondisi mencekam di Dago Elos diceritakan oleh Agung Eko Sutrisno, jurnalis Radar Bandung. Saat malam mencekam di Dago Elos itu, ia tengah melakukan kerja jurnalistik. 

Eko melihat langsung bagaimana kepanikan dirasakan warga saat polisi menembakkan gas air mata. Eko juga menjadi salah satu dari dua jurnalis yang mendapatkan kekerasan saat meliput rusuh di Dago Elos

Gas air mata yang ditembakkan aparat kepolisian kata Eko bahkan sampai masuk ke rumah-rumah warga. Begitu gas air mata meledak, kepanikan dirasakan warga di dalam rumah. 

Asap yang masuk ke dalam rumah membuat warga di dalam rumah mengalami batuk dan muntah hampir pingsan. Beruntung bisa menyelamatkan diri ke lantai dua.

Bukannya mereda, Eko menyaksikan aparat polisi terus bertambah masuk ke daerah pemukiman warga. Beberapa dari mereka merusak motor, speaker, gerobak, yang berada di jalan gang. 

Sementara dari dalam rumah, terdengar suara anak-anak menangis ketakutan dan batuk-batuk karena gas air mata yang sudah masuk ke dalam beberapa rumah. 

Di luar rumah, Eko mendengar langsung instruksi tangkap dan pukul. 

"Terdengar suara polisi, menginstruksikan tangkap dan pukul. Sekitar pukul 2 pagi beberapa tentara masuk ke gang, dan menunggu di beberapa rumah warga," ucap Eko kepada SuaraJabar.id

Baca Juga: Malam Jahanam di Dago Elos, Saat Gas Air Mata Polisi Bikin Warga Bergelimpangan

"Salah satunya di depan rumah yang saya tempati. Saya bersama dua warga di rumah tersebut mengamankan diri hingga pukul 3 pagi," terang Eko.

Eko sendiri saat itu harus diselamatkan salah satu warga untuk masuk ke rumah saat polisi meringsek masuk ke pemukiman warga. 

Eko terkena pukulan oleh satu polisi. Eko terkena pukulan di bagian punggung. 

"Saya teriak saya wartawan, dan melihatkan kartu pers. lalu satu warga perempuan mengamankan saya ke dalam rumahnya," ungkap Eko. 

Setelah lewat pukul 03:00 WIB, Selasa (15/8), ia memberanikan diri keluar dari persembunyian setelah memastikan kondisi di kawasan Dago, Kota Bandung sudah aman. 

Load More